Cegah penuaan

Program Studi Master AntiAging Dibuka di Indonesia

Kompas.com - 26/08/2010, 08:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, program studi kedokteran Master Anti-Aging segera dibuka di Indonesia pada Oktober mendatang. Program studi tersebut akan diajarkan di dua universitas, yaitu di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, dan Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

Demikian diungkapkan Presiden Indonesian Institute of Aesthetic & Anti-Aging Medicine (IIAAM) Deby Susanti Vinski, yang juga pendiri Indonesian Anti-Aging Society (IAAS) kepada Kompas di Jakarta, Rabu (25/8/2010) malam ini.

"Program studi master ini dibuka atas kerjasama dua universitas besar tersebut dengan World Society of Anti Aging Medicine (WOSAAM) dan representasinya di Indonesia , yakni kebetulan, saya sendiri," ujar Deby.

Menurut dia, pembukaan program studi Master AntiAging, merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepamahan (MoU) antara WOSAAM dengan dua universitas tersebut. Penandatanganan dilakukan saat Kongres Dunia AntiAging yang dilaksanakan di sebuah hotel di Jakarta, beberapa waktu lalu.

MoU diteken oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Sudigdo Adi dan Dekan Fakultas Kedokteran UKI Angkasa Sebayang dengan dirinya dan Presiden WOSAAM Thierry Herto ghe. Penandatanganan dilakukan di hadapan pejabat pemerintah dari berbagai instansi dan kementerian.

Penuaan 400 persen Lebih jauh, mengutip data Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini, Deby menyatakan, tanpa adanya program AntiAging yang memasyarakat, maka pada tahun 2025 tingkat laju penuaan di Indonesia akan mencapai angka 400 persen.

Jadi, meskipun tingkat kesehatan masyarakat dipercaya akan semakin tinggi, akan tetapi laju penuan di berbagai tingkatan usia akan semakin cepat. "Biasanya, kalau usia semakin menua, maka berbagai penyakit keturunan akan sering bermunculan. Orang biasanya akan sering sakit-sakitan," ujarnya.

Kalau sudah sakit-sakitan, lanjut Deby, beban bagi keluarga dan bagi pemerintah pun akan semakin tinggi. Untuk itulah, harus disiapkan banyak dokter antiaging di Indonesia dan kesadaran antiaging di masyarakat kita .

Dengan demikian, tentu akan disambut baik dan positif dibukanya program studi Master AntiAging di dua universitas tersebut, ungkap Deby, yang mengaku juga mendapat dukungan penuh Ibu Negara, Ny Ani Susilo Bambang Yudhoyono. (HAR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau