JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, program studi kedokteran Master Anti-Aging segera dibuka di Indonesia pada Oktober mendatang. Program studi tersebut akan diajarkan di dua universitas, yaitu di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, dan Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.
Demikian diungkapkan Presiden Indonesian Institute of Aesthetic & Anti-Aging Medicine (IIAAM) Deby Susanti Vinski, yang juga pendiri Indonesian Anti-Aging Society (IAAS) kepada Kompas di Jakarta, Rabu (25/8/2010) malam ini.
"Program studi master ini dibuka atas kerjasama dua universitas besar tersebut dengan World Society of Anti Aging Medicine (WOSAAM) dan representasinya di Indonesia , yakni kebetulan, saya sendiri," ujar Deby.
Menurut dia, pembukaan program studi Master AntiAging, merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepamahan (MoU) antara WOSAAM dengan dua universitas tersebut. Penandatanganan dilakukan saat Kongres Dunia AntiAging yang dilaksanakan di sebuah hotel di Jakarta, beberapa waktu lalu.
MoU diteken oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unpad Sudigdo Adi dan Dekan Fakultas Kedokteran UKI Angkasa Sebayang dengan dirinya dan Presiden WOSAAM Thierry Herto ghe. Penandatanganan dilakukan di hadapan pejabat pemerintah dari berbagai instansi dan kementerian.
Penuaan 400 persen Lebih jauh, mengutip data Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini, Deby menyatakan, tanpa adanya program AntiAging yang memasyarakat, maka pada tahun 2025 tingkat laju penuaan di Indonesia akan mencapai angka 400 persen.
Jadi, meskipun tingkat kesehatan masyarakat dipercaya akan semakin tinggi, akan tetapi laju penuan di berbagai tingkatan usia akan semakin cepat. "Biasanya, kalau usia semakin menua, maka berbagai penyakit keturunan akan sering bermunculan. Orang biasanya akan sering sakit-sakitan," ujarnya.
Kalau sudah sakit-sakitan, lanjut Deby, beban bagi keluarga dan bagi pemerintah pun akan semakin tinggi. Untuk itulah, harus disiapkan banyak dokter antiaging di Indonesia dan kesadaran antiaging di masyarakat kita .
Dengan demikian, tentu akan disambut baik dan positif dibukanya program studi Master AntiAging di dua universitas tersebut, ungkap Deby, yang mengaku juga mendapat dukungan penuh Ibu Negara, Ny Ani Susilo Bambang Yudhoyono. (HAR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang