Ferdinad: Salah "Tiga Singa", Bukan Capello

Kompas.com - 26/08/2010, 11:02 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Rio Ferdinand berpendapat, kegagalan Inggris di Piala Dunia 2010 lalu bukan kesalahan pelatih Fabio Capello. Baginya, pemain lebih pantas disalahkan atas kegagalan itu karena tampil buruk di ajang begengsi tersebut.

Capello menjadi bulan-bulanan publik setelah Steven Gerrard dkk hanya mampu melangkah hingga ke perdelapan final. Inggris dipaksa pulang setelah dipermalukan skuad muda Jerman 1-4 di babak 16 besar.

Sejumlah kalangan termasuk pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menilai Capello tak mampu menciptakan strategi tepat bagi skuadnya yang dihuni banyak bintang. Mereka berpendapat, Inggris bakal selalu gagal jika masih ditangani mantan pelatih AS Roma itu.

Ferdinand tidak sependapat dengan penilai tersebut. Menurutnya, Capello merupakan salah satu pelatih terbaik di dunia ini. Karena itu, menurutnya, Capello perlu diberi kesempatan yang lebih besar lagi demi membuktikan kualitasnya.   

  "Kami lolos dengan hasil yang luar biasa. Kami memang tidak tampil bagus di Piala Dunia. Kami mengerti akan hal itu. Namun, kegagalan tersebut bukan berarti kinerja pelatih buruk. Banyak orang yang melompat terlalu jauh dan terlalu cepat menyimpulkan hal tersebut (kegagalan disebakan oleh pelatih)," jelas bek Manchester United itu.

"Dia harus membuat beberapa perubahan besar dalam skuad tetapi siapa yang kita perdebatkan? Kami hanya melakukan apa yang ingin kami lakukan. Masalah ini tentang kemenangan Inggris bukan ditimpahkan kepada individu tertentu," lanjutnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau