Arafat: Kenapa Hanya Saya?

Kompas.com - 26/08/2010, 12:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Kompol Arafat Enanie mempertanyakan kepada Kombes Wahyu Indra Pramugari mengapa hanya dirinya yang dilaporkan terkait dugaan keterlibatan dalam mafia kasus Gayus Halomoan Tambunan. Padahal, menurut Arafat, dari hasil penyelidikan tim independen, jelas diketahui ke mana saja aliran dana dari Gayus.

"Kenapa cuma saya yang dilaporkan, padahal di dalam pemeriksaan jelas ke mana-mana. Kenapa hanya laporkan saya sendiri?" tanya Arafat kepada Wahyu saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).

Wahyu dihadirkan jaksa penuntut umum sebagai saksi pelapor. Dia yang melaporkan Arafat dengan laporan model A setelah penyidik menemukan bukti-bukti bahwa Arafat menerima sejumlah uang selama menyidiki kasus Gayus.

Arafat mengatakan, ia sempat ikut dalam pertemuan antara Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang diwakili Denny Indrayana serta Mas Achmad Santosa dengan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri. Inti pertemuan itu membicarakan laporan Komjen Susno Duadji yang menyebut adanya penyidik Bareskrim menerima uang dari Gayus setelah pemblokiran rekening dibuka.

"Kapolri katakan, 'Kita akan lakukan penyelidikan'. Setelah ada laporan Satgas ke Kapolri, semua tim melakukan pemeriksaan dan saya termasuk yang diperiksa. Inti yang diperiksa soal pembukaan blokir Rp 28 miliar. Hasil pemeriksaan saya bukan yang membuka blokir dan tidak mendapat uang dari Rp 28 miliar. Lalu kenapa cuma saya yang dilaporkan?" kata Arafat.

Wahyu lalu menjawab bahwa ia hanya menerima hasil penyelidikan tim independen, di mana ada nama Gayus, Arafat, dan kawan-kawan yang terlibat. "Dan kawan-kawan nanti itu dikembangkan penyidik," kata Wahyu.

Ketika ditanya oleh Arafat siapa saja yang dimaksud dengan kawan-kawan, Wahyu tidak menjawab. "Itu akan dikembangkan penyidik karena yang terlibat banyak," kata Wahyu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau