JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa Kompol Arafat Enanie mempertanyakan kepada Kombes Wahyu Indra Pramugari mengapa hanya dirinya yang dilaporkan terkait dugaan keterlibatan dalam mafia kasus Gayus Halomoan Tambunan. Padahal, menurut Arafat, dari hasil penyelidikan tim independen, jelas diketahui ke mana saja aliran dana dari Gayus.
"Kenapa cuma saya yang dilaporkan, padahal di dalam pemeriksaan jelas ke mana-mana. Kenapa hanya laporkan saya sendiri?" tanya Arafat kepada Wahyu saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
Wahyu dihadirkan jaksa penuntut umum sebagai saksi pelapor. Dia yang melaporkan Arafat dengan laporan model A setelah penyidik menemukan bukti-bukti bahwa Arafat menerima sejumlah uang selama menyidiki kasus Gayus.
Arafat mengatakan, ia sempat ikut dalam pertemuan antara Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang diwakili Denny Indrayana serta Mas Achmad Santosa dengan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri. Inti pertemuan itu membicarakan laporan Komjen Susno Duadji yang menyebut adanya penyidik Bareskrim menerima uang dari Gayus setelah pemblokiran rekening dibuka.
"Kapolri katakan, 'Kita akan lakukan penyelidikan'. Setelah ada laporan Satgas ke Kapolri, semua tim melakukan pemeriksaan dan saya termasuk yang diperiksa. Inti yang diperiksa soal pembukaan blokir Rp 28 miliar. Hasil pemeriksaan saya bukan yang membuka blokir dan tidak mendapat uang dari Rp 28 miliar. Lalu kenapa cuma saya yang dilaporkan?" kata Arafat.
Wahyu lalu menjawab bahwa ia hanya menerima hasil penyelidikan tim independen, di mana ada nama Gayus, Arafat, dan kawan-kawan yang terlibat. "Dan kawan-kawan nanti itu dikembangkan penyidik," kata Wahyu.
Ketika ditanya oleh Arafat siapa saja yang dimaksud dengan kawan-kawan, Wahyu tidak menjawab. "Itu akan dikembangkan penyidik karena yang terlibat banyak," kata Wahyu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang