Aura Kasih Bantah Pamornya Meredup

Kompas.com - 26/08/2010, 13:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi Aura Kasih menampik kalau pamornya kini meredup. Menurutnya, saat ini tawaran manggung masih tetap ada meski untuk acara-acara off-air.

Pelantun "Mari Bercinta" ini belakangan memang jarang muncul di layar kaca, bahkan ia terkesan "sembunyi"  menyusul kasus gugatan dari sebuah event organizer lantaran mangkir dari tugasnya sebagai pengisi acara ulang tahun di sebuah bank di Makassar.

"Ya alhamdulilah enggak apa-apa. Ending-nya harus happy ending. Harus  melangkah ke depan yang lebih baik lagi. Semua masalah pasti buat orang down ya, enggak mungkin kena masalah tenang. Cuma kalau buat aku masalah dibawa santai biar enggak tegang," ujar Aura Kasih di TeeBox Cafe, Wijaya, Jakarta, Rabu (25/8/2010).

Bagaimana kondisi Aura Kasih? "Drop pastilah, cuma kalau depresi enggak ya. Saya cuma merenung aja, kok saya jadinya begini ya, salah saya apa," papar Aura Kasih.

Dari peristiwa itu Aura mengaku banyak belajar. Sekarang ia lebih banyak merenung.  Puasa tahun ini menjadi media baginya untuk introspeksi diri. Melalui beribadah puasalah, Aura menemukan ketenangan.

"Saya yakin bisa meraih lagi kok, asal kerja keras, enggak cuma diam dan nunggu orang manggil buat tawarin kita pekerjaan," ucap Aura. (Tribunnews/EH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau