Seleksi pimpinan kpk

Chaerul Rasyid: Saya Tak Hantam Polisi

Kompas.com - 26/08/2010, 14:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chaerul Rasyid, menyatakan siap memberantas korupsi di dalam institusi kepolisian. Bila terpilih sebagai Pimpinan KPK, mantan Kapolda Jawa Tengah ini siap menyelidiki kasus dugaan "rekening gendut" perwira tinggi Polri.

"Kita siap usut itu," kata Chaerul Rasyid saat menjalani tes wawancara calon Pimpinan KPK di Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Chaerul kemudian juga mengemukakan pendapatnya saat ditanya mengenai upaya pemberantasan korupsi di institusi kepolisian. Dia menilai, KPK saat ini belum maksimal melakukan upaya pemberantasan korupsi secara terstruktur. "Polisi ini kan sudah ada sejak lama. KPK ini baru lahir, diberi kekuasaan, sombong, dan arogan," katanya.

Menurutnya, KPK seharusnya meningkatkan fungsi supervisi dan koordinasi dalam melakukan upaya penindakan terhadap kejahatan korupsi. KPK jangan sampai bersikap membabi buta dan main hantam bila menemukan indikasi korupsi.

"Di institusi yang membesarkan saya, ada tata caranya," sebut Chaerul. "Kalau jadi Pimpinan KPK terus kemudian menghantam masalah ini, apa kata adik-adik (yunior di kepolisian). Mentang-mentang jadi Ketua KPK, jangan kemudian main hantam," sambungnya.

Dia juga menegaskan siap melakukan upaya maksimal pemberantasan korupsi di kepolisian sekalipun dia pernah berkiprah di institusi tersebut dan pensiun pada 2005. "Saya cinta dengan Polri sebagai institusi, tapi jangan disamaratakan. Ini oknum yang harus ditindak," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau