TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menawarkan kepada Moskowa untuk memproduksi bahan bakar nuklir bersama bagi instalasi buatan Rusia di Bushehr dan lainnya dimasa mendatang, kata kepala Badan Tenaga Atom Iran, Kamis (26/8).
"Kami telah memberikan proposal kepada Rusia untuk membentuk konsorsium, yang diizinkan oleh negara, untuk melakukan sebagian pekerjaan di Rusia dan sebagian lain di Iran," kata Ali Akbar Salehi yang dikutip oleh kantor berita IRNA. "Moskowa sekarang sedang mempelajari penawaran tersebut," katanya.
"Kami (Iran) harus menunjukkan kemampuan dalam memproduksi uranium dan mentransformasi menjadi bahan bakar nuklir kepada dunia," tambahnya.
Iran sudah mendapat empat set sanksi dari Dewan Keamanan PBB atas penolakan untuk menghentikan pengayaan uranium, proses yang bisa digunakan untuk membuat bahan bakar nuklir dan juga inti fisil untuk bom atom dalam bentuk termurni. Iran mengaku mampu memproduksi bahan bakar nuklir bersamaan dengan pengayaan uranium untuk mencapai 20 persen untuk reaktor penelitiannya.
Rusia pekan lalu memulai pengisian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Iran pertama di Bushehr, wilayah selatan Iran. Rusia berjanji akan menyediakan bahan bakar instalasi selama 10 tahun.
Namun Rusia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, juga mendukung sanksi terbaru pada Juni lalu terhadap Iran, yang dituduh oleh negara-negara kuat dunia untuk membuat senjata atom yang disamarkan sebagai program nuklir sipil. Teheran menyangkal keras tuduhan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang