Jane Shalimar Curiga Kasusnya Direkayasa

Kompas.com - 26/08/2010, 15:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain sinetron, Jane Shalimar, merasa tidak bersalah atas tuduhan dugaan tindak penganiayaan terhadap Mislam, sopir mantan suami Jane, Vebryanto Kusuma Jahja.

Jane merasa fakta sudah diputarbalikkan dan direkayasa. "Aku dibilang menganiaya, padahal banyak keanehan karena aku duluan yang melapor," kata Jane ketika ditemui seusai sidang pidana kasus tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).

Jane juga mengaku kecewa dengan pembebasan Mislam, yang sebelumnya ditahan atas pelaporan Jane ke Polda Metro Jaya. "Dia juga sudah pernah ditahan dua minggu, tapi tiba-tiba dijamin. Menurut keterangan yang aku dengar, dia dijamin sama Nugroho Djayusman. Tapi, setelah saya tanya beliau, dia enggak seperti itu. Jadi, banyak rekayasa," beber Jane.

Kuasa hukum Jane, Muhamad Buhanuddin, pun merasa ada keganjilan dalam kasus yang dihadapi oleh kliennya itu. "Ya sekarang dilihat aja bahwa klien saya menganiaya seorang sopir, logika saja. Apalagi kami sudah melapor duluan, saya yakin bisa bebas," ujar Burhanuddin.

Meski akhirnya harus duduk di kursi pesakitan, Jane yakin akan dibebaskan dari tuntutan pidana. "Tetap yakin ya. Walaupun ini kasus banyak rekayasa, tapi tetap saya yakin," pungkas Jane. (FAN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau