Flek Mungkin Tanda Kehamilan

Kompas.com - 26/08/2010, 15:23 WIB

Kompas.com - Kebanyakan orang, terutama perempuan, mengenali bahwa tanda terjadinya kehamilan adalah tak kunjung haid. Padahal, ada berbagai tanda lain yang menunjukkan kehamilan, di antaranya tes kehamilan positif, mual dan muntah, ada perubahan pada payudara dan puting, atau sering buang air kecil.

Tanda lain yang sering membuat perempuan tak menyangka dirinya tengah hamil adalah munculnya flek, atau bercak darah yang mirip menstruasi. Memang biasanya muncul lebih sedikit, disebut pula sebagai tanda Hartman.

Menurut Dr.Caroline Tirtajasa, spesialis kebidanan dan kandungan, flek ini terjadi saat implantasi atau menempelnya embrio pada dinding rahim atau uterus. Perdarahan implantasi (implantation bleeding) ini umumnya terjadi sekitar 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi (pembuahan) atau sedikit lebih awal ketimbang datangnya waktu menstruasi.

Jadi waktunya lebih pendek daripada haid normal. "Ada kalanya muncul keputihan dari vagina karena pengaruh hormonal," ujarnya. Selain itu, keluarnya bercak darah biasanya diikuti oleh kram perut. Kram perut pada kondisi kehamilan akan terjadi secara teratur. Kram perut ini akan terus berlanjut sampai kehamilan trisemester kedua.

Memang, tak sedikit perempuan yang belum dapat membedakan tanda kehamilan ini dengan tanda munculnya haid karena hampir sama. Yang jelas, tidak haid adalah gejala yang dirasakan oleh seorang calon ibu yang menyadari kalau dirinya sedang hamil.

"Karena itu penting untuk selalu mencatat tanggal hari pertama haid terakhir guna menentukan usia kehamilan serta memperkirakan tanggal kelahiran sang bayi nanti," ujarnya. (GHS/put)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau