Kisah Polisi Pastika di Ubud Writers

Kompas.com - 26/08/2010, 15:50 WIB

GIANYAR, KOMPAS.com--Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, akan berbagi kisah pada acara Ubud Writers & Readers Festival yang diselenggarakan pada tanggal 6 sampai 10 Oktober 2010 mendatang di kampung turis, Ubud, Gianyar, Bali.

"Beragam topik telah disiapkan menjelang Ubud Writers & Readers Festival, salah satunya acara "In Conversation", di mana dalam panel ini para pembicara yang hadir akan saling berbagi kisah tentang hidup dan pekerjaan mereka. Akan hadir sebagai pembicara utama Gubernur Bali Made Mangku Pastika akan mengupas seputar pengalamannya sebagai mantan polisi, juga tentang posisi Bali saat ini," kata Koordinator Media Ubud Writers & Readers Festival, Diah Rahmawati Utami, Kamis.

Ia menambahkan, untuk mematenkan acara itu, kata Diah, pihaknya akan menggelar jumpa pers dengan para wartawan pada tanggal 3 September 2010 di Indus Restauran, Campuhan, Ubud.

"Kami masih menunggu konfirmasi dari Gubernur Bali, apakah bisa datang atau tidak pada saat jumpa pers nanti," jelasnya.

Ia menjelaskan, selain Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, pada acara Ubud Writers and Readers Festival secara pasti akan hadir Louis de Bernieres, penulis internasional kenamaan dari Inggris sekaligus penulis "Captain Corelli?s Mandolin".

"Selama lima hari, Bernieres akan bergabung bersama 100 penulis dari 28 negara di tempat paling mengagumkan di Bali," ucapnya.

Ia mengatakan pada festival itu juga akan dihadirkan mantan wartawan sekaligus Editor BBC Inggris, William Dalrymple. Penulis-penulis terbaik dunia lainya seperti Thomas Keneally, Anne Enright, Louis de Bernieres, Christos Tsiolkas, Cate Kennedy, Rabih Alameddine, Tash Aw, Jon Bauer, Joan London, Frank Moorhouse and Lisa Teasley..

"Para penulis itu akan mengisi acara Literary Brilliance, acara yang dikemas mengupas tentang seni membuat novel," jelasnya.

Selain di datangkan penulis dari luar negeri, sambung Diah, penulis asal negeri sendiri juga akan dihadirkan seperti Sitor Situmorang, sastrawan angkatan ?45 yang pernah merasakan pengapnya jeruji penjara pada 1960.

"Kini sastrawan tangguh itu tinggal di negeri Belanda, kita akan undang juga mereka untuk berbagi cerita di Ubud Readers & Writers Festival," ujarnya.

Ia menjelaskan pada kesempatan Festival itu akan dihadirkan pula Dewi Lestari penyanyi sekaligus penulis lagu, buku-buku bestseller, innovator sekaligus legenda twitter yang mewakili generasi baru sastra Indonesia.

"Tak lupa pula akan hadir penyair dari Malta, Filipina, Rusia, Bosnia, India, dan Australia akan menghibur dan memukau peserta yang hadir dengan untaian kata yang terjalin indah bernama puisi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau