JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK yang juga Menteri Hukum dan HAM mendadak dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memimpin tes wawancara para calon Pimpinan KPK, Kamis (26/8/2010). Patrialis pun terpaksa absen mewawancarai Jimly yang mendapat urutan kelima untuk diwawancara.
"Mohon maaf, Bapak Patrialis tidak bisa melanjutkan proses wawancara karena dipanggil Bapak Presiden," kata Wakil Ketua Pansel Pimpinan KPK HM Ritonga kepada salah satu calon Pimpinan KPK, I Wayan Sudirta.
Patrialis meninggalkan ruang wawancara di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, saat proses wawancara dengan I Wayan Sudirta tengah berlangsung. Dia kemudian langsung meninggalkan ruangan dengan didampingi staf pribadinya. Patrialis saat itu bahkan belum sempat menyampaikan tujuan kepergiannya dan hanya disampaikan oleh HM Ritonga.
Proses wawancara kemudian dilanjutkan kepada Jimly Ashidiqie yang tampak mengenakan jas abu-abu. Mantan Hakim Konstitusi itu pun meladeni pertanyaan seluruh anggota Pansel dalam waktu tak kurang dari satu jam.
Tidak lama berselang, setelah Jimly menyelesaikan proses wawancara, Patrialis telah kembali di Gedung Kementerian Hukum dan HAM. Dia pun langsung melanjutkan proses wawancara yang sempat ditinggalnya. Saat ini proses wawancara masih berlangsung untuk calon Pimpinan KPK Melly Darsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang