Produk Tak Layak Jual Beredar di Jakpus

Kompas.com - 27/08/2010, 10:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat harus ekstrahati-hati dalam membeli produk makanan untuk kebutuhan Ramadhan maupun Lebaran. Sebab, saat ini banyak beredar produk makanan kedaluwarsa dan juga mengandung bahan-bahan berbahaya.

Hal itu diketahui setelah Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (Sudin KUMKMP) Jakarta Pusat menggelar razia di Pasar Serdang, Kemayoran, Toserba Jogja di Mangga Dua, dan pusat perbelanjaan Hipermart Gajah Mada Plaza serta Harmoni. Mereka berhasil menyita puluhan produk makanan yang tak layak jual dari tiga pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta Pusat.

Razia dilakukan dari pukul 09.00 hingga 15.00 dengan melibatkan Badan POM, YLKI, Polda, Sudin Kesehatan, Sudin Perindustrian dan Peternakan, serta MUI. Produk seperti daging kadaluwarsa serta krupuk mengandung bahan pengawet yang ditemukan langsung  disita petugas.

Produk makanan lain, seperti makanan olahan, mi goreng, mi kering serta cokelat dan permen produksi China, yang tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa tidak disita. Namun, petugas meminta kepada pemilik toko, tidak kembali menjual produk-produk tersebut.

"Untuk kemasan yang rusak kami meminta pihak pusat perbelanjaan mengganti kemasannya," kata Ernalis, Kasi Perdagangan, Sudin KUMKM dan Perdagangan, Jakarta Pusat, di sela-sela razia Kamis (26/8/2010).

Kepala Suku Dinas KUMKM dan Perdagangan Jakarta Pusat, Baharuddin Zainuddin, mengatakan,  razia tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan masyarakat saat berbelanja pada bulan Ramadhan. Sasarannya, kata Baharuddin, produk-produk makanan tak berlabel dan makanan kadaluarsa.

"Sifat dan tujuannya untuk mengingatkan supaya pedagang selalu memperhatikan barang dagangannya dan terlindungi dari barang kadaluarsa, sehigga masyarakat tidak khawatir saat berbelanja," ujar Baharuddin.

Store Manager Hipermart Gajahmada Plaza, Arlen Lumbanlontuan, mendukung langkah yang dilakukan pemerintah dalam melakukan razia makanan di pusat perbelanjaan. "Kami selalu mendukung, agar masyarakat terhindar dari bahaya makanan kadaluarsa yang dapat mengancam kesehatan," kata Arlan.

Sudin KUMKMP Jakarta Barat juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan supermarket. Sidak dilakukan di tiga tempat, yakni Supermarket Ranch Market Puri Kembangan, Food Hall Kebon Jeruk, dan Pasar Cengkareng. Dalam sidak itu, tidak ditemukan adanya produk yang kadaluarsa atau sudah tidak layak jual.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Sukarno, yang ikut mendampingi sidak mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, terutama menjelang hari raya.

"Sehingga barang-barang atau bahan-bahan makanan dilihat, dimonitor, diperiksa dan dievaluasi, layak atau tidak dikonsumsi oleh masyarakat. Kalau memang ditemukan barang-barang yang tidak layak konsumsi atau sudah kadaluarsa, akan disita," tutur Sukarno.

Kepala Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Kusdiana, mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan terhadap tanggal kadaluarsa, izin kesehatan, zat berbahaya, labeling pada barang-barang parsel atau kemasan, produk olahan daging, ikan dan ayam.

Untuk daging sapi dan ayam diperiksa tingkat keasamannya dengan menggunakan alat PH meter. Ternyata tidak ditemukan adanya zat berbahaya. Tingkat keasaman daging juga masih di bawah angka 6, sehingga masih layak dikonsumsi.

"Setelah diukur tingkat keasamannya, semuanya masih dalam tingkat wajar dan normal. Kalau tingkat keasamannya sudah di atas angka 7, itu akan kami sita," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau