Komoditas

Investor Vietnam Bakal Borong Emas

Kompas.com - 27/08/2010, 14:50 WIB

HO CHI MINH, KOMPAS.com - Permintaan emas di Vietnam, yang mengkonsumsi emas lebih banyak ketimbang India, ditengarai bakal meningkat seiring dengan devaluasi yang ketiga dalam setahun ini dan terjungkalnya pasar saham. Tak urung, investor memburu emas.

"Investor akan beralih ke emas sebagai pemberhentian sejenak," kata Le Xuan Nghia, Vice Chairman National Financial Supervision Commission, yang juga bertindak sebagai penasihat Prime Minister Nguyen Tan Dung. Menurutnya, situasi yang terjadi pada mata uang dong saat ini akan mendorong investor untuk meningkatkan investasi emasnya.

Minggu lalu, pemerintah Vietnam berupaya mendorong ekspor sehingga menggiring dong ke level yang paling rendah. Tak hanya itu saja, indeks Vietnam juga terjerembab dan terkikis lebih dari 20 persen dari level tertingginya di bulan Mei lalu.

"Emas dan kuatnya mata uang asing seperti dollar AS akan menjadi instrumen investasi pilihan investor Vietnam; terlebih dengan penurunan di pasar saham dan devaluasi dong seperti saat ini," kata Nguyen Hoang, Analis Vietnam Gold Business.

Harga emas untuk pengiriman segera tersurung ke level yang paling tinggi sepanjang masa, yaitu 1.265,30 dollar AS per ounce pada 21 Juni 2010 ditengah perekonomian AS dan Eropa yang kehilangan momentumnya. Emas tersebut diperdagangkan di level 1.236,35 dollar AS pada pukul 12.08 di Singapura. (Femi Adi Soempeno/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau