Menyerbu Pasar Rakyat demi Sembako Murah

Kompas.com - 27/08/2010, 17:10 WIB

KOMPAS.com - Ketakutan akan melejitnya sejumlah bahan sembako jelang Hari Raya Idul Fitri membuat ratusan warga rela mengantri di Pasar Rakyat. Hal ini tak mengherankan, karena sembako yang dijual di tempat tersebut terbilang sangat murah dengan potongan harga mencapai setengahnya.

"Saya kira acara ini bagus. Lagian menjelang lebaran ini kan kemungkinan harga gila-gilaan, jadi dengan Pasar Rakyat bisa sangat membantu kita yang pas-pasan," ujar Yana (27), warga Kalibata, Jumat (27/8/2010), di Pasar Rakyat, Jakarta.

Yana bercerita bahwa pengeluarannya selama bulan puasa ini justru meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pasalnya, selain harga sembako yang kian merangkak naik, kebutuhan akan takjil juga sedikit banyak menguras biaya. "Iya selama bulan puasa pengeluaran justru meningkat karena kita juga harus siapin takjil juga," ujarnya.

Ia mengaku senang mendapatkan kupon yang diterimanya dari pihak RT. Dengan kupon tersebut, ia membeli minyak goreng dan sejumlah bahan sembako lainnya dengan harga 50 persen dari harga di pasaran.

Tidak hanya Yana, sekelompok ibu-ibu dari Keluruhan Cikokol juga mengaku antusias mengikuti acara Pasar Rakyat. Tak tanggung-tanggung, ibu-ibu ini bahkan memborong 20 kantong paket sembako untuk dibagikan kepada para lansia di kelurahan tersebut.

Kehadiran Pasar Rakyat yang diadakan Pemprov DKI Jakarta ini diharapkan sedikit meringankan beban masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah Jakarta Selatan dalam menghadapi lonjakan harga jelang lebaran. Tak tanggung-tanggung sebanyak 17.000 kupon sembako murah sudah dibagikan pemprov.

Acara ini diselenggarakan selama dua hari yakni 27-28 Agustus 2010 di lapangan Rawajati Timur, Komplek Zeni AD, Kalibata. Untuk besok, panitia mulai membuka Pasar Rakyat sejak pukul 08.00-20.00 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau