Malaysia Terkesan Biarkan Penyelundupan

Kompas.com - 27/08/2010, 18:33 WIB

BATAM, KOMPAS.com — Usaha penyelundupan narkoba dari Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia, ke Batam melalui Terminal Ferry Internasional Batam Center terus berulang. Kesan yang ditangkap publik kemudian adalah adanya pembiaran dari pihak Malaysia.

Menurut Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam Septia Atma, Jumat (27/8/2010), tidak ada peralatan sinar-X di bagian keberangkatan Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia. Alat pendeteksi tersebut hanya ada di bagian kedatangan.

Artinya, setiap orang yang membawa narkoba keluar dari Malaysia melalui pelabuhan tersebut tidak akan terdeteksi. Hal yang terjadi kemudian adalah usaha penggagalan terjadi di Terminal Ferry Internasional Batam Center. Di terminal tersebut terdapat peralatan sinar-X, baik di bagian keberangkatan maupun kedatangan.

"Memang biasanya aparat Bea Cukai di mana pun lebih ketat pengawasannya saat memeriksa orang dan barang masuk. Sementara orang dan barang keluar kurang terlalu diawasi, biasanya hanya dicek untuk menentukan misalnya tidak membawa uang lokal secara berlebihan," kata Septia.

Di Batam pada 3 Agustus lalu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia dan Departemen Bea dan Cukai Diraja Malaysia mengadakan pertemuan bilateral guna meningkatkan kerja sama, terutama tukar-menukar informasi. Tema yang dibahas meliputi bidang penegakan hukum dan kepabeanan.

Dalam jumpa pers, Ketua Pengarah Departemen Bea Cukai Diraja Malaysia Dato Sri Haji Ibrahim Bin Haji Jaapar yang memimpin delegasi dari Malaysia menyatakan akan menindaklanjuti setiap informasi yang diberikan Indonesia. Saat itu contoh kasus yang ditanyakan adalah maraknya penyelundupan narkoba dari Malaysia yang salah satunya karena tidak adanya alat sinar-X di bagian keberangkatan pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau