Iklim usaha

Investasi Taiwan Capai 900 Juta Dollar AS

Kompas.com - 28/08/2010, 05:51 WIB

Jombang, Kompas - Investasi Taiwan yang ditanamkan di sektor industri sepatu di Jombang, Jawa Timur, mencapai sekitar 900 juta dollar AS.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jombang, Jumat (27/8), Menteri Perindustrian MS Hidayat menaruh perhatian besar terhadap prospek industri sepatu yang dilakukan investor dari Taiwan.

Ketua Umum Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan, PMA Taiwan ini awalnya menanamkan modal dengan mendirikan PT Pei Hai International Wiratama Indonesia tahun 1990-an. Investasi sudah mencapai 450 juta dollar AS.

PMA ini awalnya belum mempunyai pabrik sendiri. Baru pada Juli 1993, Pei Hai mempunyai pabrik di Mojokuripan, Jogoloyo, Jombang. Lalu, pada 5 Mei 1995, PMA ini mempunyai pabrik baru dengan jumlah karyawan sekitar 1.400 orang.

Perkembangan bisnis membuat lapangan kerja semakin bertambah sehingga secara keseluruhan menjadi 3.858 orang dengan tenaga asing 12 orang. Produksi sepatu sekitar 240.000 pasang per bulan.

Menurut Eddy, aktivitas produksi yang kondusif menyebabkan PMA Taiwan lainnya masuk ke Jombang dengan mendirikan industri sepatu PT Uniqueness Sepatumas Indonesia.

Investasinya dilakukan secara bertahap dengan total investasi sekitar 450 juta dollar AS. ”Saat ini investor kedua sedang mempersiapkan pembangunan pabrik baru di Jombang. Investor kedua ini bisa berproduksi lebih besar lagi, bisa mencapai 320.000 pasang sepatu per bulan,” kata Eddy.

PMA ini bukan hanya sekadar menanamkan modal, melainkan juga memiliki pasar di tingkat internasional sehingga menjamin kelangsungan aktivitas produksi.

Apalagi, kedua industri ini hanya memproduksi sepatu berkelas untuk memenuhi pasar ekspor dengan merek, antara lain, Dolce & Gabbana, Geox, dan Diadora. Bahkan, sepatu yang diproduksi bukan hanya sepatu olahraga, melainkan juga sepatu yang digunakan di daerah salju.

Besarnya potensi Jombang sebagai daerah investasi mendorong beberapa daerah lain, seperti Sidoarjo, Pasuruan, dan Mojokerto, dijadikan kawasan industri oleh pemerintah.

Untuk itu, Aprisindo sangat mendorong pemerintah untuk menjadikan daerah-daerah di Jatim dijadikan sebagai kluster kawasan industri prioritas. (OSA)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau