Calon pimpinan kpk

Demokrat: Bambang dan Busyro Tepat

Kompas.com - 28/08/2010, 17:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengapresiasi kerja Panitia Seleksi Pimpinan KPK atau Pansel Pimpinan KPK yang menetapkan Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas sebagai dua calon pimpinan KPK. Pilihan kepada keduanya dinilai tepat.

"Kami mengapresiasi kerja dari pansel pimpinan KPK yang telah berhasil melahirkan calon yang mampu dan kredibel," kata Anas, Sabtu (28/8/2010).

Tujuh nama yang menjalani seleksi tahap akhir dinilai sebagai tokoh-tokoh yang layak menjadi pimpinan KPK. Pengerucutan menjadi dua nama yang dipilih pansel merupakan pilihan terbaik di antara yang terbaik.

"Dengan munculnya Bambang dan Busyro sebagai calon, kita bisa berharap citra dan kinerja KPK ke depan akan makin baik. Kedua tokoh tersebut layak untuk memanggul ekspektasi publik dan proyek besar bangsa ini untuk pemberantasan korupsi," ujarnya.

Ia juga yakin, pilihan pansel itu akan memudahkan DPR yang akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan dan memilih satu yang terbaik di antara kedua calon. "Boleh dikatakan bahwa "pejam mata" saja, DPR akan mampu memilih tokoh yang tepat. Siapa pun yang terpilih tetap saja terbaik dan kita harapkan bisa memanggul tugas sejarah yang besar dan mulia," kata mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau