Jelang lebaran

Pasar Tanah Abang Penuh Sesak

Kompas.com - 28/08/2010, 18:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Menjelang mudik Lebaran, Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat dipadati pengunjung. Hal itu mengakibatkan omzet para pedagang, terutama pedagang pakaian muslim, meningkat 50-100 persen.

Pemilik kios busana muslim Labo Ce di Blok A Pasar Tanah Abang, Syafrizal (45), Sabtu (28/8/2010), mengatakan, omzetnya meningkat dari Rp 11.375.000 menjadi Rp 45.500.000 per hari. Itu baru omzet baju koko, baik yang dibeli satuan maupun kodian. "Lonjakan omzet tersebut terjadi mulai awal Agustus 2010," kata dia.

Pujiyanto (41), warga Sragen, Jawa Tengah, mengaku memborong busana muslim untuk dipakai sendiri dan diberikan kepada saudara-saudara di kampung saat Lebaran. Dia membeli lima baju koko dan tiga gamis senilai total Rp 525.000.

"Tidak enak jika tidak membawa oleh-oleh buat keluarga di kampung," kata Pujiyanto yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah pusat perbelanjaan.

Selain itu, sejumlah pedagang dadakan bermunculan memenuhi jalan menuju Pasar Tanah Abang dan menempati tempat parkir sepeda motor di antara gedung pasar Blok A dan F. Hal itu mengakibatkan para pengunjung yang akan masuk ke pasar berdesak-desakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau