Jelang arus mudik

Stasiun Senen Mulai Pasang Tenda

Kompas.com - 29/08/2010, 12:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Akhir minggu ketiga Ramadhan, Stasiun Senen, Jakarta Pusat, mulai mempersiapkan sarana prasarana menyambut pemudik. Berdasarkan pengamatan Kompas.com, sejumlah tenda untuk memayungi pemudik yang menunggu kereta mulai terpasang di pelataran stasiun, Minggu (29/8/2010).

Sementara jumlah pemudik belum terlihat memenuhi stasiun. Diperkirakan, para calon penumpang memilih mudik pada minggu ketiga Ramadhan ini dengan alasan agar tidak kehabisan tiket. Seperti yang dituturkan Mutani, yang ingin berangkat ke Tulungagung. "Supaya enggak kehabisan tiket saja," katanya, di Stasiun Senen, Minggu.

Mutani yang hendak ke Tulungagung dengan kereta ekonomi Matarmaja tersebut mengatakan, ia berencana kembali ke Jakarta pada H+11 atau H+12 Lebaran. Karena menurutnya, pada H+11 atau H+12 arus balik tidak terlalu padat.

Pemudik lainnya di Stasiun Senen hari ini tampak berkumpul dengan keluarganya menunggu kedatangan kereta. Sebagian mereka tampak tidur beralaskan koran atau kardus di peron stasiun. Meskipun jumlah pemudik belum tampak meningkat signifikan di pekan ketiga Ramadhan ini, pihak PT Kereta Api telah menyiapkan empat nomor kereta tambahan dengan dua kereta berangkat dari Stasiun Senen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau