Some 1,000 Residents Evacuate after Mount Sinabung Erupts

Kompas.com - 30/08/2010, 06:17 WIB

LANGKAT, KOMPAS.com - Some 1,000 people in Karo district, North Sumatra, fled their home on Sunday after the 2,460-meter-high Mount Sinabung erupted earlier in the day.

"They fled their villages to avoid hot lava coming out from Mount Sinabung," Islamic preacher M Pohan of Telaga village, Sei Bingei subdistrict, Langkat district, told ANTARA by phone.     The evacuees who mostly consist of children and parents hail from several villages near the slope of Mount Sinabung. They are being sheltered at Telaga village.     "The 1,000 evacuees are being sheltered at the meeting hall of Telaga village. They arrived at Telaga village on foot at around 03.00 p.m.," Pohan said.      He said some of the evacuees still did not know the whereabouts of their parents and children. "Some of them are still looking for their relatives at the evacuee camp."      Langkat district head Ngogesa Sitepu had ordered the local social service to send relief aid to Telaga village.      "Relief aid consisting of 500 kg of rice, 30 boxes of instant noodle, eggs, 15 kg of sugar, tea and tarpaulin has been sent to the evacuees," Head of the Langkat District Social Service T M Azuai said.          Mount Sinabung erupted for the first time since 1600 on Sunday at 00.15 a.m. On Saturday, the mountain showed its volcanic activity by spewing black clouds.     The Volcanology and Geology Disaster Mitigation Center raised the alert status of the mountain to the highest level or red level. The center had also recommended an evacuation of people living within a radius of six kilometers from the crater.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau