Transportasi

Bus Ugal-ugalan Akan Ditinggal Penumpang

Kompas.com - 30/08/2010, 14:44 WIB

SEMARANG, KOMPAS, com — Di tengah persaingan sarana transportasi mudik, pengusaha angkutan bus antarkota diharapkan lebih banyak menarik simpati pemudik yang akan pulang ke kampung menggunakan sarana bus umum. Sopir bus diimbau tidak ugal-ugalan supaya penumpang menjadi nyaman dan setia menggunakan angkutan bus.

"Kalau busnya sudah bagus, tapi tidak diimbangi dengan perilaku sopir yang santun dan lebih mengutamakan keselamatan, nanti penumpang akan lari pindah ke sarana angkutan lain seperti kereta api dan lainnya," kata Ketua Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Provinsi Jawa Tengah, Karsidi Budi Anggoro, Senin (30/8/2010) di Semarang.

Karsidi Budi Anggoro menyatakan, sarana angkutan bus saat ini kondisinya memang berat di tengah persaingan angkutan massal Lebaran lain. Pemudik yang naik bus merupakan pemudik yang menginginkan angkutan bus dapat dipercaya membawa penumpang sampai tujuan.

"Sopir juga jangan main kemplang ketika membawa penumpang. Bus yang trayeknya hanya Jakarta-Cirebon supaya tidak mengangkut penumpang jurusan Jakarta-Semarang, lalu ketika sampai di Cirebon, penumpang diturunkan paksa. Tentunya hal itu sangat merugikan penumpang," ujar Karsidi.

Setiap bus antarkota antarprovinsi juga perlu dilengkapi dengan peralatan keselamatan, termasuk palu pemecah kaca. Palu ini sewaktu-waktu harus bisa dipakai memecahkan kaca bus, saat kondisi darurat agar keselamatan penumpang terjamin.

Untuk membantu pemudik asal Jateng, pemprov menyiapkan sekitar 145 bus antarkota antarprovinsi, sementara kalangan pengusaha menyediakan tak kurang 11.600 bus yang siap mengangkut pemudik yang akan pulang kampung ke sejumlah kota di Jawa Tengah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau