Letusan gunung sinabung

Dirjen Udara Keluarkan Notam

Kompas.com - 30/08/2010, 16:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengeluarkan surat peringatan atau notice to airman (Notam) kepada seluruh maskapai di Indonesia untuk tidak melewati daerah yang sedang dilanda letusan Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara.

"Akibat letusan tersebut debunya sangat berbahaya bagi penerbangan. Pemerintah telah mengeluarkan Notam sejak Sabtu. Sebaiknya maskapai tidak melakukan operasi penerbangan di daerah itu," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti Singayudha Gumay, Senin (30/8/2010).

Menurut Herry, Notam tersebut akan berlaku selama satu bulan. Namun apabila kondisi gunung mulai membaik dan tidak terjadi letusan lagi, maka maskapai boleh menerbangi lagi kawasan tersebut.

Meski demikian, pemerintah tidak melarang bagi maskapai yang tetap mengoperasikan penerbangannya di sana.

Penerbangan bisa dilakukan apabila pesawat bisa menempuh ketinggian di atas debu vulkanik yang dikeluarkan gunung itu.

Pesawat juga bisa menyisir daerah yang tidak terkena debu, dengan risiko fuel yang digunakan lebih banyak.

Di tempat sama, Administratur Bandara Polonia Medan, Ghazali Abubakar mengatakan hingg saat ini hanya satu maskapai yang tidak bisa menerbangi kota-kota di Sumatera Utara dan Aceh yaitu Susi Air.

Dua maskapai yang mengoperasikan pesawat kecil yaitu Wings Air dan Nusa Buana Avia (NBA) masih mengoperasikan penerbangan dari Polonia ke kota-kota di sekitarnya.

Menurut Ghazali, Susi Air tidak bisa menerbangi sejumlah kota dari Medan karena pesawat yang dioperasikan adalah jenis Caravan yang ketinggiannya maksimal 10.000 kaki.

"Ketinggian debu Sinabung telah mencapai 8.000 feet, jadi terlalu riskan bagi Susi Air untuk mengoperasikan pesawatnya. Saat ini Susi Air telah empat hari tidak beroperasi, karena debunya sangat berbahaya bagi penerbangan," ujar Ghazali.

Sementara Wings Air dan NBA masih bisa mengoperasikan penerbangannya, karena pesawatnya masih bisa terbang lebih tinggi dari debu Gunung Sinabung.

Wings mengoperasikan ATR 72 dan NBA mengoperasikan Cassa, dua jenis pesawat tersebut bisa terbang di atas 20.000 kaki.

Kota-kota yang terganggu penerbangannya oleh letusan Gunung Sinabung adalah rute Kota Medan ke Sinabang, Gunung Sitoli, Pulo Batu, Tapak Tuan dan Meulaboh. Pulau Batu, Tapaktuan dan Meulaboh berada di Provinsi Aceh. (EWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau