Jelang mudik lebaran

Ada Truk Gratis untuk Sepeda Motor

Kompas.com - 30/08/2010, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemenhub akan melaksanakan uji coba angkutan sepeda motor secara cuma-cuma atau gratis pada musim Lebaran 2010 dengan menggunakan truk khusus pengangkut sepeda motor.

Pada percobaan ini, Kemenhub menyiapkan dua truk. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan mengatakan, masing-masing truk mampu mengangkut 72 sepeda motor (total 144 sepeda motor) dengan tujuan Kota Semarang dan Purwokerto.

"Tetapi sepeda motor yang diangkut harus memenuhi persyaratan," kata Bambang di Jakarta, Senin (30/8/2010).

Syaratnya antara lain, sepeda motor tidak boleh memiliki modifikasi atau aksesori tambahan dan tidak dipasangi box di samping kiri, kanan, atau di belakang; kaca spion dan helm wajib dilepas (dibawa pemilik); harus ada standar tengah dan pegangan belakang; serta roda ukuran standar dan tidak ceper.

"Tangki bensin sepeda motor sewaktu diangkut harus dalam keadaan kosong atau kering. Di tempat tujuan akan diberikan jatah bensin masing-masing sebanyak satu liter," urai Bambang.

Selain itu, kunci sepeda motor diserahkan kepada petugas ekspedisi. Adapun STNK dan SIM harus atas nama pemilik motor yang sah.

Yang ingin mengirimkan sepeda motor secara gratis ke dua kota tersebut dipersilakan datang ke Kantor Kementerian Perhubungan Direktorat LLAJ, Gd Karya Lt 8, mulai Senin ini hingga Jumat (3/8/2010) pukul 08.00-15.00.

"Bagi yang sudah mendaftar, sepeda motor akan dimuat di atas truk pada hari Jumat di Kantor PPD Cawang mulai pukul 16.00," ujarnya.

Kemenhub telah menentukan tempat pengambilan sepeda motor di kota tujuan. Sepeda motor yang diangkut, baik ke Semarang maupun ke Purwokerto dapat diambil pada Senin (6/9/2010) mulai pukul 08.00.

Untuk Kota Semarang, motor bisa diambil di Kantor Dinas Perhubungan Jalan Siliwangi Krapyak 355-357 dengan koordinator Broto Husodo.

Adapun di Purwokerto, motor bisa diambil di Terminal Bus Purwokerto Jalan Suwatio 6 dengan koordinator Agus Sriyono.

Para pengendara sepeda motor yang diangkut dengan truk tersebut akan diberi fasilitas angkutan cuma-cuma dengan menggunakan bus (tersedia enam bus) yang diberangkatkan pada hari Senin, 6 September 2010 di Parkir Timur Senayan.

Dia juga menjelaskan, Kota Semarang dan Purwokerto dipilih dalam uji coba tersebut karena menjadi salah pusat sebaran para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

"Kalau uji coba ini berhasil, maka akan dilanjutkan pada tahun selanjutnya," ungkap Bambang. (EWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau