JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi dari kelompok-kelompok masyarakat terhadap perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Malaysia makin marak. Sejumlah kelompok bahkan mengaku siap mengganyang Malaysia.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta ormas dan kelompok-kelompok yang ada untuk menahan emosi masing-masing. "Kita kan sepakat, diplomasi akan lebih baik. Mungkin ada kekecewaan karena melecehkan, tapi langkah diplomasi akan lebih baik. Jangan terlalu cepat kita emosi," tuturnya di DPR RI, Senin (30/8/2010).
Menurutnya, proses diplomasi adalah langkah yang paling baik untuk dilakukan di antara ketegangan hubungan dua negara. "Tapi, kalau ada kurang-kurangnya, Malaysia harus lakukan introspeksi sebagai tetangga yang baik. Kalau ada sifat arogan dari oknumnya, juga harus perbaiki sikap. Tak hanya kita, mereka juga jangan bersifat arogan. Kita harus saling menghormatilah," tambahnya.
Menteri Agama Suryadharma Ali juga mengatakan perlu memberi ruang kepada kelompok masyarakat untuk mengekspresikan ketersinggungannya terhadap perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Malaysia. Namun, Suryadharma meminta untuk tidak mengekspresikannya dengan emosi yang meledak-ledak.
"Sekarang bagaimana ketersinggungan itu tidak menjadi emosi yang meledak-ledak. Biar saja di sana marah, kita tenang-tenang dulu walaupun ketenangan itu juga ada batasnya," katanya kemudian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang