Pelecehan seksual paskibraka

Ada Upaya Diselesaikan Intern

Kompas.com - 31/08/2010, 03:26 WIB

jakarta, kompas -  Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya sampai Senin (30/8) baru menerima laporan seorang orangtua siswa peserta pendidikan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka soal dugaan pelecehan seksual yang menimpa anaknya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar, kemarin, menjelaskan, belum adanya laporan para korban diduga karena mereka terkendala dari internal yang menginginkan masalah itu diselesaikan secara intern. ”Tetapi, satu per satu orangtua memberanikan diri lapor,” kata Boy.

Ia menambahkan, laporan ke Unit Remaja Anak dan Wanita (Renata) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya baru dilakukan oleh orangtuanya. Belum disertai anak mereka yang diduga menjadi korban pelecehan Paskibraka senior.

”Baru orangtua yang melapor, anak-anak masih ada kendala psikologis,” tuturnya.

Dugaan pelecehan seksual atas siswa peserta pendidikan Paskibraka DKI Jakarta angkatan tahun 2010 mengemuka pada 16 Agustus lalu. Saat itu ada orangtua korban yang melaporkan pelecehan atas anak perempuannya kepada Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Bentuk pelecehan yang dilakukan Paskibraka senior berupa siswa disuruh berlari tanpa busana dari kamar mandi ke tempat tidur. Pelecehan dilakukan pada orientasi kepaskibraan antara 2 dan 6 Agustus di Cibubur.

Bidang Kepemudaan kemudian membentuk tim investigasi internal Purna Paskibraka Indonesia. Hasil investigasi antara lain menyebutkan, anggota paskibra putri lari berselimut handuk ke kamar mandi, bukan telanjang. Dua anggota paskibra, berinisial S dan Z, juga mengatakan hal yang sama.

Namun, saat diwawancara, salah seorang dari mereka mengatakan, ada momen saat mereka tidak menemukan handuk dan harus lari dalam keadaan telanjang dari kamar mandi ke kamar tidur. Ada juga yang ditampar instruktur perempuan karena melakukan kesalahan.

Menanggapi kasus tersebut, polisi menyatakan menunggu laporan para korban. Pekan lalu, L, salah satu orangtua korban, melapor ke Unit Renata. Langkah itu akan disusul S, orangtua siswa yang juga menjadi korban. (TRI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau