Jelang lebaran

Mudik Tenang, Semua Transaksi Lancar

Kompas.com - 31/08/2010, 10:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah tahun ini jatuh pada 10-11 September mendatang. Mudik ke kampung halaman pun kembali menjadi ritual. Dengan e-banking, Anda tak perlu dikejar-kejar kewajiban transaksi bisnis atau pembayaran tagihan rutin keluarga.

Agar bisa menjalankan Hari Kemenangan dengan pikiran tenang, sangat bijak untuk menyelesaikan semua kewajiban keuangan. Nah, saat ini, layanan fasilitas perbankan elektronik atau biasa disebut electronik banking (e-banking) makin menjadi pilihan masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan. Misal, informasi saldo, transfer dana antarbank, pembayaran berbagai tagihan, sampai pembelian pulsa dan pembayaran pembelian tiket kereta api atau pesawat.

Tak heran, perbankan pun makin gencar memberi pelayanan e-banking kepada nasabah mereka. Apalagi, saat ini layanan e-banking sangat beragam, seperti layanan Internet banking, mobile banking, phone banking, dan sms banking.

Heru Santoso, Head E-Banking Marketing & Sales Departement PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menilai bank akan ketinggalan kalau tak menyediakan layanan e-banking. "Bank harus bisa menyediakan layanan yang cepat, mudah, mudah, aman, dan profesional, salah satunya dengan menawarkan e-banking. Kalau tidak siap-siap ditinggal nasabah," kata Heru.

Direktur Operasional PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Suwoko Singoastro menambahkan, pasar e-banking bakal semakin besar karena masyarakat makin melek teknologi. "Pengguna telepon genggam sudah lebih dari 110 juta orang. Layanan e-banking seperti mobile banking dan internet banking akan berkembang luar biasa," terangnya.

Persaingan antarbank dalam layanan ini juga makin ketat, apalagi menjelang Lebaran. Soalnya, kemungkinan besar penggunaan ebanking ini akan melonjak tinggi pada tujuh hari sebelum dan sesudah Idul Fitri.

Heru bilang, dari tren tahun-tahun sebelumnya, pada hari-hari mendekati Lebaran transaksi e-banking meningkat sampai 20 persen. Kenaikan tertinggi berasal dari transaksi mobile banking. "Sebab banyak orang memiliki ponsel dan penggunaannya lebih mudah ketimbang Internet banking," cetus dia.

BRI juga berencana menaikkan kapasitas layanan jaringannya dari 95 persen - 96 persen menjadi 98 persen. Saat ini total nasabah BRI mencapai 26,5 juta nasabah dengan pengguna e-banking 292.000 nasabah. Hingga akhir tahun, BRI menargetkan pengguna e-banking naik menjadi 700.000 nasabah dengan target fee based income Rp 1,15 triliun.

Hal serupa juga dilakukan BNI. Suwoko menjelaskan, kapasitas jaringan BNI akan dinaikkan menjadi 98 persen. "Kami pastikan di H-7 hingga H+7 jaringan BNI tidak mengalami kendala apa pun," tuturnya.

Saat ini BNI memiliki sembilan juta nasabah dengan pengguna ebanking mendekati satu juta. Akhir tahun total nasabah diharapkan tumbuh 20 persen dengan target fee based income jelang Lebaran bisa naik 10 persen ketimbang bulan lainnya.

Soal biaya transaksi e-banking, BRI dan BNI mengenakan biaya tertinggi pada kegiatan transfer antarbank, yakni Rp 5.000 per transaksi. Kemudian biaya` transaksi pembayaran kartu kredit Rp 3.000-Rp 5.000 per transaksi. Sedangkan, untuk Pembayaran listrik dan Telkom masing-masing Rp 2.000 dan Rp 1.000 per transaksi. (Roy Franedya, Sopia Siregar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau