KOMPAS.com - Sejak 2005, Maverick Indonesia, perusahaan konsultan komunikasi di Jakarta, menaruh perhatian terhadap juru bicara LSM di Indonesia. Para pembawa pesan dari berbagai organisasi sosial dan lingkungan ini dilatih meningkatkan kapasitas dirinya terutama dalam kemampuan berkomunikasi. Keterampilan komunikasi dinilai Maverick sebagai modal utama yang harus dikuasai para ujung tombak LSM untuk menyebarkan pesan dan misi sosialnya.
Tahun ini untuk pertama kalinya Maverick bekerjasama dengan Oxfam GB, organisasi non-pemerintah yang berpusat di Oxford, Inggris untuk menggelar workshop untuk 14 juru bicara dari tujuh LSM Indonesia yang aktif melakukan advokasi isu-isu sosial, di antaranya Aliansi untuk Desa Sejahtera, Sawit Watch, dan WALHI.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk saling berbagi pengalaman dan tips dalam melakukan komunikasi publik yang efektif. Workshop ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas rekan-rekan LSM dalam menjadi juru bicara yang andal," ujar M. Ari Margiono, CSR specialist dari Maverick Indonesia dalam siaran pers yang diterima Kompas Female.
Roysepta Abimanyu, Policy, Advocacy, and Campaigns Manager dari Oxfam GB Program
Indonesia menjelaskan juru bicara yang baik menjadi penting dalam proses menciptakan kebijakan-kebijakan strategis dalam mengentaskan kemiskinan dan ketidakadilan. Dengan kata lain isu sentral yang menjadi fokus perhatian LSM Indonesia akan tersampaikan lebih efektif jika para juru bicaranya memiliki keterampilan komunikasi yang optimal.
"Upaya pengentasan kemiskinan dan penderitaan tidak hanya berbicara tentang
program-program konkrit di lapangan, namun juga perubahan pemikiran pada pihak-
pihak yang membuat kebijakan dan masyarakat pada umumnya," lanjut Roysepta menegaskan penting keterampilan komunikasi bagi juru bicara LSM.
Workshop sehari dan diberikan cuma-cuma kepada 14 peserta ini secara garis besar akan membahas bagaimana membangun kerja sama dengan media untuk mencapai tujuan kampanye dan advokasi, tips untuk menjadi juru bicara organisasi yang handal, simulasi tentang bagaimana menghadapi berbagai skenario wawancara dengan media, termasuk wawancara di televisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang