Belanja lebaran

Bapak-bapak Butuh Ruang Tunggu

Kompas.com - 31/08/2010, 16:32 WIB

KOMPAS.com — Menunggu istri berbelanja mungkin suatu hal yang membosankan bagi para suami. Berjam-jam harus menunggu tanpa tahu harus berbuat apa.

Hal demikian rupanya banyak dirasakan para suami yang tengah mengantarkan sang istri berbelanja di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta. Abdullah (38), warga asal Bogor, misalnya. Ia tampak nyaris tertidur bersama kantong-kantong plastik belanjaan sembari duduk di lantai dekat meja informasi Blok A Pasar Tanah Abang.

Ke manakah sang istri? "Istri saya masih belanja. Capek saya dari tadi muter-muter, jadi biar deh istri saya saja, saya di sini jaga barang sambil istirahat," ujarnya, Selasa (31/8/2010) di Tanah Abang, Jakarta.

Abdullah datang bersama istri sejak pukul 10.00 WIB untuk membeli keperluan Lebaran seperti baju muslim. Sedari pagi, Abdullah merasa sumpek melihat lalu lalang ratusan manusia di pasar terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Menurutnya, alangkah lebih baik apabila pihak pengelola menyediakan suatu ruang tunggu atau taman yang nyaman bagi para suami ini. "Boleh juga kalau ada ruang tunggu untuk bapak-bapak atau mungkin disediakan lahan untuk taman jadi lebih segar, enggak sumpek kayak gini," ujarnya.

Saran Abdullah ini juga langsung disetujui Ujang (40), warga Bekasi. "Kalau di pasar kayak gini mungkin susah, tapi kalaupun ada ya bagus juga. Apalagi kita puasa-puasa gini, masa batal gara-gara lemas belanja," ujarnya yang juga tengah menunggu sang istri berbelanja perlengkapan Lebaran.

Berdasarkan pantauan, sejak masuk pintu utama Blok A Pasar Tanah Abang sampai di tangga dekat eskalator, pengunjung langsung disuguhkan pemandangan bapak-bapak yang tengah duduk di lantai beristirahat dengan memegang kantong-kantong plastik belanja. Bagi para suami ini, berbelanja di pasar boleh saja serba murah meriah, tetapi kenyamanan juga harus diperhatikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau