KOMPAS.com — Menunggu istri berbelanja mungkin suatu hal yang membosankan bagi para suami. Berjam-jam harus menunggu tanpa tahu harus berbuat apa.
Hal demikian rupanya banyak dirasakan para suami yang tengah mengantarkan sang istri berbelanja di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta. Abdullah (38), warga asal Bogor, misalnya. Ia tampak nyaris tertidur bersama kantong-kantong plastik belanjaan sembari duduk di lantai dekat meja informasi Blok A Pasar Tanah Abang.
Ke manakah sang istri? "Istri saya masih belanja. Capek saya dari tadi muter-muter, jadi biar deh istri saya saja, saya di sini jaga barang sambil istirahat," ujarnya, Selasa (31/8/2010) di Tanah Abang, Jakarta.
Abdullah datang bersama istri sejak pukul 10.00 WIB untuk membeli keperluan Lebaran seperti baju muslim. Sedari pagi, Abdullah merasa sumpek melihat lalu lalang ratusan manusia di pasar terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Menurutnya, alangkah lebih baik apabila pihak pengelola menyediakan suatu ruang tunggu atau taman yang nyaman bagi para suami ini. "Boleh juga kalau ada ruang tunggu untuk bapak-bapak atau mungkin disediakan lahan untuk taman jadi lebih segar, enggak sumpek kayak gini," ujarnya.
Saran Abdullah ini juga langsung disetujui Ujang (40), warga Bekasi. "Kalau di pasar kayak gini mungkin susah, tapi kalaupun ada ya bagus juga. Apalagi kita puasa-puasa gini, masa batal gara-gara lemas belanja," ujarnya yang juga tengah menunggu sang istri berbelanja perlengkapan Lebaran.
Berdasarkan pantauan, sejak masuk pintu utama Blok A Pasar Tanah Abang sampai di tangga dekat eskalator, pengunjung langsung disuguhkan pemandangan bapak-bapak yang tengah duduk di lantai beristirahat dengan memegang kantong-kantong plastik belanja. Bagi para suami ini, berbelanja di pasar boleh saja serba murah meriah, tetapi kenyamanan juga harus diperhatikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang