Kapolda: Satu Warga Tewas Kena Peluru

Kompas.com - 31/08/2010, 22:49 WIB

PALU, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Amin Saleh di Palu, Selasa (31/8/2010) malam, mengatakan, satu orang warga tewas akibat terkena peluru saat terjadi aksi penyerangan warga terhadap Mapolsek Biau, Kabupaten Bual, Sulawesi Tengah.

Menurut Kapolda, warga terkena peluru saat terjadi upaya penyerangan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) yang disambut dengan tembakan peringatan oleh petugas polisi.

Menurut dia, hingga kini masih belum diketahui mengenai identitas warga yang terkena tembakan.

"Kita sedang mengecek prosedur terjadinya penembakan hingga menyebabkan satu orang tewas," kata Kapolda.

Ia menyesalkan terjadinya peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya satu orang warga tersebut.

Ia juga memaparkan, sekitar pukul 21.30 WITA, ratusan warga menyerang Polsek Biau di tengah kegelapan malam tetapi upaya itu dihadang polisi dengan melepaskan tembakan peringatan.

Di sela-sela tembakan itu, terdapat seorang warga yang terkena peluru. Polisi melepaskan tembakan karena petugas dilempari bom molotov, batu, dan senjata tajam.

Hingga kini, situasi di sekitar Polsek sudah bisa dikendalikan setelah ada tambahan puluhan petugas polisi dari Polres Bual.

Selain itu, Kapolda juga mengerahkan puluhan petugas polisi dari Polres Toli-Toli yang berdekatan dengan Polres Bual.

Kapolda menduga, ada sejumlah pihak tertentu yang memprovokasi aksi penyerangan itu.

Pada Senin (30/8) malam, Mapolsek Biau juga diserang oleh ratusan warga tetapi idak ada korban yang luka hanya terjadi pengrusakan Mapolsek.

Dua kasus penyerangan Polsek itu diduga terkait adanya seorang tahanan bernama Tasmir Timumun yang tewas saat ditahan.

Pihak keluarga korban menduga, Tasmir tewas akibat penganiayaan karena terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau