PALU, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Amin Saleh di Palu, Selasa (31/8/2010) malam, mengatakan, satu orang warga tewas akibat terkena peluru saat terjadi aksi penyerangan warga terhadap Mapolsek Biau, Kabupaten Bual, Sulawesi Tengah.
Menurut Kapolda, warga terkena peluru saat terjadi upaya penyerangan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) yang disambut dengan tembakan peringatan oleh petugas polisi.
Menurut dia, hingga kini masih belum diketahui mengenai identitas warga yang terkena tembakan.
"Kita sedang mengecek prosedur terjadinya penembakan hingga menyebabkan satu orang tewas," kata Kapolda.
Ia menyesalkan terjadinya peristiwa penembakan yang mengakibatkan meninggalnya satu orang warga tersebut.
Ia juga memaparkan, sekitar pukul 21.30 WITA, ratusan warga menyerang Polsek Biau di tengah kegelapan malam tetapi upaya itu dihadang polisi dengan melepaskan tembakan peringatan.
Di sela-sela tembakan itu, terdapat seorang warga yang terkena peluru. Polisi melepaskan tembakan karena petugas dilempari bom molotov, batu, dan senjata tajam.
Hingga kini, situasi di sekitar Polsek sudah bisa dikendalikan setelah ada tambahan puluhan petugas polisi dari Polres Bual.
Selain itu, Kapolda juga mengerahkan puluhan petugas polisi dari Polres Toli-Toli yang berdekatan dengan Polres Bual.
Kapolda menduga, ada sejumlah pihak tertentu yang memprovokasi aksi penyerangan itu.
Pada Senin (30/8) malam, Mapolsek Biau juga diserang oleh ratusan warga tetapi idak ada korban yang luka hanya terjadi pengrusakan Mapolsek.
Dua kasus penyerangan Polsek itu diduga terkait adanya seorang tahanan bernama Tasmir Timumun yang tewas saat ditahan.
Pihak keluarga korban menduga, Tasmir tewas akibat penganiayaan karena terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang