Paul McCartney: Musik saya Menyembuhkan

Kompas.com - 01/09/2010, 01:25 WIB

LONDON, KOMPAS.com--Paul McCartney, yang oleh beberapa Pengamat dinilai sebagai penulis lagu paling sukses sepanjang masa, mengatakan musiknya memiliki kemampuan menyembuhkan.

Ikon musik berusia 68 tahun itu kepada CNN menyuarakan mengenai arti musik sangat bagi dirinya maupun penggemarnya di seluruh dunia.

Mantan personil The Beatles itu mengatakan bahwa orang-orang telah bercerita kepadanya bahwa lagu-lagu dan musiknya menolong mereka di saat-saat sulit.

"Saya begitu diberkati,"Ujar McCartney. "Orang -orang datang kepadaku dan mengatakan, `saya bisa menjalani kemoterapi', atau 'saya mampu melalui ini dan itu dan musik anda yang membuat saya bisa melakukannya,` wow!," katanya.

McCartney, "saya dengar baru-baru ini tentang seorang pria yang sedang mengalami koma dan `Hey Jude` terdengar dari radio dan ia bangun dan berkata,`Itu "Hey Jude."

"Bayangkan, itu sangat emosional dan sangat memuaskan, yang menakjubkan adalah saya tidak tahu bagaimana melakukannya," Ia menambahkan.

"Sekelompok anak dari Liverpool berkumpul, membuat band, mencoba mencari uang, kami hanya ingin punya pekerjaan, mencoba mendapatkan pekerjaan,dan kami tiba tiba melakukan hal yang mampu menyentuh orang-orang, musisi lain ingin menirunya, dan akhirnya bayaran terbaik adalah bahwa ternyata hal itu mampu mengobati orang secara fisik," tuturnya.

"Anak asal Liverpool", begitu ia menyebut dirinya, telah menjalani fase panjang dari saat dirinya dibesarkan secara sederhana di utara Inggris.

Berdasarkan pada buku catatan rekor dunia edisi tahun 2009, McCarney merupakan penulis lagu dunia paling sukses sepanjang masa.

Lagu karangannya dan karangan campurannya menjadi fenomenal dengan 188 posisi tangga lagu Inggris, 91 di antaranya menduduki puncak tangga lagu inggris dan 33 berhasil menduduki posisi nomor satu.

"Anda memiliki sebuah gagasan dan anda mengikuti jejak itu." Ujarnya. "terkadang hal itu bahkan dapat lebih spiritual ketimbang menelusuri jejak, terkadang anda menemukan sebuah ide yang melintas kepadamu," paparnya.

Rekaman lagu "Yesterday" sebagai contoh, lagu yang paling banyak di kopi sepanjang masa, dengan sekitar 3.000 kopi versi tiruan, muncul dari mimpi McCartney pada suatu malam.

"Saya terbangun di suatu pagi dan lagu ini sudah di kepala saya, melodinya sudah terbentuk," Ungkapnya.

"Jika saya bertanya kepada diri saya dari mana hal itu datang, saya pikir anda harus berpikir hal itu datang dari sesuatu yang lebih tinggi, sesuatu yang spiritual yang hanya dikirim kepada saya," Lanjutnya. "Lagu itu telah ditiru oleh sekitar tiga ribu orang, jadi mungkin mereka juga merasakan hal spiritual yang sama ," Pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau