2 warga ditembak mati

Polda Sulawesi Tengah Turunkan Pasukan

Kompas.com - 01/09/2010, 04:36 WIB

PALU, KOMPAS.com - Sebanyak 105 personel atau satu kompi Brimob Polda Sulawesi Tengah diberangkatkan Rabu (1/9/2010) pagi ini ke Kabupaten Buol untuk membantu mengamankan wilayah itu pascapenyerangan Mapolsek Biau, Selasa (31/8/2010) malam.

"Insya Allah pagi ini mereka kami berangkatkan langsung ke Buol," kata Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Muhammad Amin Saleh di Palu melalui telepon, Rabu.

Dia menuturkan, pemberangkatan satu kompi Brimob itu tidak dilakukan melalui upacara sebagaimana biasanya mengingat kondisinya mendesak.

Ratusan pasukan elit Polri, kata Kapolda Amin Saleh, akan diberangkatkan lewat jalur darat menggunakan truk milik Brimob Polda Sulteng.

Selanjutnya, mereka akan bertugas di bawah kendali operasi (BKO) Polres Buol untuk mengamankan wilayah itu.

Sementara itu, situasi Buol hingga Rabu subuh masih mencekam setelah penyerbuan ribuan warga Markas Kepolisian Sektor Biau.

Penyerangan di Selasa malam itu adalah kali kedua setelah pada Senin malam (30/8) sekitar seratus warga juga menyerang Mapolsek Biau dengan batu, senjata tajam, dan bom molotov.

Warga tidak terima atas kematian Kasmir Timumun, tahanan polsek setempat yang diduga dianiaya oleh oknum polisi.

Kasmir terlibat kecelakaan lalu lintas dengan seorang anggota kepolisian di kota itu menyebabkan ia ditahan, namun hari Senin Kasmir tewas di tahanan yang diduga akibat penganiayaan.

Jamal Timumun, kakak kandung korban, mengungkapkan di tubuh Kasmir ditemukan luka memar di kaki, wajah, rahang dan leher. "Saya meyakini Kasmir tewas dianiaya dan bukan karena sakit," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau