BUMN Keluarkan Larangan Terima Parsel

Kompas.com - 01/09/2010, 14:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian BUMN melarang pimpinan BUMN menerima parsel atau bingkisan dalam bentuk apa pun. Surat edaran larangan tersebut segera dikeluarkan kepada semua BUMN.

"Sesmen sudah diminta untuk mengeluarkan surat ederan II Kementerian BUMN yang isinya meminta pimpinan BUMN untuk tidak menerima parsel atau bingkisan," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Ia menyebutkan, pihaknya hanya menindaklanjuti imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak membolehkan pejabat menerima parsel atau bingkisan dalam bentuk apa pun. "Kita minta kejujuran. Jika ada yang terima dilaporkan, maka kalau ada yang melanggar ada sanksi," katanya.

Mustafa juga menjelaskan bahwa BUMN berperan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran ini. "Program BUMN Peduli melakukan pasar murah hingga mencapai nilai Rp 10 miliar dalam dua hari pasar murah kebutuhan pokok," katanya.

Menurut dia, pasar murah itu akan diteruskan secara lebih luas hingga mendekati lebaran H-1 atau H-2. Ia menyebutkan, di setiap provinsi ada forum komunikasi BUMN yang akan menggerakkan kegiatan pasar murah.

Menurut dia, pasar murah nantinya akan digelar di 50 kota dan dengan titik mencapai lebih dari 100 titik. Pasar murah itu menggunakan dana CSR BUMN.

Mengenai penyaluran raskin, Mustafa mengatakan, raskin akan disalurkan setiap bulan hingga Desember sehingga ada penyaluran raskin ke-13. "Nanti Desember ada raskin ke-13, kemungkinan dananya dari cadangan pangan Rp 1 triliun. Mudah-mudahan ini akan memberi pengaruh besar ke stabilisasi harga," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau