JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia memperkirakan target inflasi tahun ini mustahil tercapai. Sebab, bank sentral memperkirakan harga pangan masih akan terus tinggi karena faktor Lebaran dan Tahun Baru.
Deputi Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono memperkirakan inflasi akan berlari hingga 6,7 persen tahun ini. "Komponen makanan sudah mulai hilang atau turun tetapi kita lihat dulu kecepatan turunnya. Jangan kaget angka inflasi masih tinggi," kata Hartadi usai mengikuti acara pelantikan Darmin Nasution sebagai Gubernur Bank Indonesia di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (1/9/2010).
Ramalan Hartadi ini jauh dari target pemerintah tahun ini. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan inflasi tahun ini akan sebesar 5 persen plus minus 1 persen.
Dengan melihat otensi kenaikan inflasi yang cukup besar tersebut, Hartadi mengatakan akan ada penyesuaian kebijakan moneter seperti penentuan suku bunga acuan. Apakah, Bank Indonesia akan mengatrol suku bunga acuan, Hartadi belum mau mengungkapkannya. "Nanti kita lihat, kalau masih kurang baru akan kami sesuaikan," ucapnya.
Sebaliknya, bila semua sudah bisa mencukupi, Bank Indonesia belum mau mengatrol suku bunga acuan yang telah bertahan lama di level 6,5 persen. Namun, Hartadi mengatakan, banyak langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah agar tekanan inflasi tidak kian menggila. Misal, penanganan kecukupan ketersediaan pangan. "Harus ada kebijakan lain yang harus diperbaiki, misalnya bagaimana meningkatkan suplai, kecukupan bahan pangan distribusi dan segala macamnya," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang