BUOL, KOMPAS.com — Selain empat orang korban tewas akibat tembakan di kepala, Rumah Sakit Daerah Buol, Sulawesi Tengah, saat ini juga masih menangani lima pasien kritis yang juga tertembak di kepala.
"Kelima korban kritis dirawat di ruangan UGD," kata Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Daerah Buol Abdul Hamid Lakuntu, Rabu (1/9/2010).
Menurut Abdul Hamid, pihak rumah sakit hingga saat ini masih melakukan upaya untuk mengeluarkan peluru dari dalam kepada para korban. "Sedang berlangsung operasi pengangkatan proyektil terhadap satu korban," katanya.
Ia menjelaskan, rata-rata peluru yang menembus kelima korban kritis dan empat lainnya yang meninggal dunia itu tepat di bagian vital tubuh dan bisa mematikan.
Insiden penyerangan tersebut terkait dengan tewasnya seorang tahanan Polsek Biau bernama Kasmir Timumun pada Senin sore. Keluarga menduga tewasnya Kasmir Timumun, warga Kelurahan Leok II yang bekerja sebagai tukang ojek itu, akibat penganiayaan oknum polisi.
Kasmir ditahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu, tetapi hari Senin dia tewas di dalam tahanan. Sebagai buntut dari kematiannya, Selasa sekitar pukul 21.30 Wita, ribuan warga mendatangi Mapolsek Biau.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang