WN Malaysia Tersangka

Kompas.com - 01/09/2010, 19:59 WIB

JAMBI, KOMPAS.com- Seorang warga negara Malaysia yang menjadi Manajer Pengembangan PT Asiatic Persada, anak perusahaan Wilmar Group asal negeri jiran. Madan Gopal Sham Lal alias MG Shamar, diperiksa sebagai tersangka oleh pejabat penyidik Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Pemeriksaan Shamar terkait atas perambahan di atas hutan negara untuk perluasan pembangunan perkebunan sawit perusahaan ini.

Demikian dikemukakan Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Frans Tandipau, Rabu (1/9/2010). " Hari ini tersangka sedang kami periksa," ujar Frans.

Menurut Frans, PT Asiatic Persada (AP) merambah sekitar 153 ,6 hektar di kawasan hutan negara eks HPH Asialog, yang saat ini dikelola oleh PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI). Hutan tersebut rencananya akan dikelola menjadi hutan restorasi atas pendanaan dari Kerajaan Inggris dan publik di negara tersebut.

Namun, hutan tersebut ternyata dirambah secara marak oleh warga pendatang maupun perusahaan, salah satunya PT AP. Masalah perambahan di hutan restorasi semula diteliti oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Batanghari, namun ketika mulai diproses hukum, penanganan dilaksanakan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Saat ini manajer perusahaan yang menjadi tersangka. "Namun, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru, karena perambahan ini merupakan kebijakan perusahaan, bukan pribadi," tutur Frans.

Frans melanjutkan, aktivitas perambahan oleh PT AP berawal dari laporan lembaga swadaya masyarakat. Pihaknya turun ke lapangan untuk mengecek, dan ternyata benar hutan negara telah ditanami sawit oleh perusahaan . Saat ini, tanaman sawit telah berusia sekitar empat tahun atau mulai berbuah pasir.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau