Kasus cek perjalanan

Bibit: Sekarang Kita Hajar Semua

Kompas.com - 01/09/2010, 20:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto memastikan tidak akan meloloskan seorang pun yang terlibat dalam kasus korupsi aliran dana cek perjalanan (traveller's cheque) dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004.

"Memang waktu itu kita bedakan ada tiga yang jadi aktor, menggerakkan, memberi (sekaligus), menerima terus ada yang hanya jadi penerimanya saja dan yang aktif saja. Pada waktu kita sudah kerjakan. Sekarang kita hajar semua itu," kata Bibit di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Pada hari ini, KPK merilis 26 mantan anggota DPR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus cek perjalanan, dan KPK tengah mengusut tiga mantan anggota DPR lainnya. Jika ditambah empat mantan anggota Komisi IX yang telah divonis terkait kasus yang sama, maka telah ada 33 mantan anggota Komisi IX yang diproses KPK.

"Kan ada dua yang meninggal, makanya saya bilang ada tiga lagi yang sedang kita dalami. Untuk TNI, kami serahkan ke Panglima TNI. Silakan tanyakan ke Panglima TNI apakah sudah ditangani," paparnya.

Sebagaimana terungkap di persidangan empat mantan anggota DPR di Pengadilan Tipikor, nama Nunun Nurbaeti yang disebutkan menjadi pemberinya juga belum ditetapkan sebagai tersangka.

Apakah ada orang atau pihak lain yang berada di atas Nunun Nurbaeti, Bibit enggan menduga-duga. "Kita berdasarkan fakta yuridis. Jadi kalau Anda punya informasi, tolong berikan ke kami," ujarnya. (Tribunnews/Acoz)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau