Malaysia, One of Five Biggest Investors in Indonesia

Kompas.com - 02/09/2010, 13:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - From 2005 to 2009 Malaysia was one of the five biggest investors in Indonesia with a total investment of US$1.2 billion.       "From the manpower point of view, Indonesia has 2 million workers and 13,000 students in Malaysia," Coordinating Minister for Economic Affairs Hatta Rajasa said at his office here on Thursday.       Therefore, he explained that there was no plan so far to review economic cooperation between Indonesia and Malaysia.       "We have no plan to review our two countries’ economic cooperation whatsoever," the minister said, adding that the cooperation between the two countries of one family continued to make significant progress.       Meanwhile, Indonesia’s investment value in Malaysia from 2005 - 2009 reached about US$500 million. At present there are around 6,000 Malaysian students in Indonesia.

Asked for comment on President Susilo Bambang Yudhoyono’s official address at the Indonesian Defense Forces (TNI) headquarters in Cilangkap on Wednesday night, Hatta said the speech reflected Indonesia as a big nation.       "The important point in this matter is that we have no compromise to the issue of sovereignty, we want to overcome the border problem with Malaysia as soon as possible, and we want to develop healthy diplomacy between the two countries," Hatta said.       In his official address on Wednesday night, President Yudhoyono reaffirmed his attitude toward Malaysia in regard to the heightening of tension over the recent arrest by Malaysian police of three Indonesian maritime patrol officers in the Indonesian waters.       Yudhoyono said that even though the relations between Indonesia and Malaysia were very important, yet it did not mean that the government ignored national interest, let alone if it concerned sovereignty.       "Such an incident should not happen again and it should be prevented by way of dialogs and increased coordination between the two nations while we continue to maintain the good relationship," the head of state said.      He said that Indonesia was willing to accelerate negotiations between the two countries over their border issues.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau