P2B Tanjung Priok Bongkar Ruko Tanpa IMB

Kompas.com - 02/09/2010, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Kecamatan Tanjung Priok melakukan pembongkaran bangunan ruko tiga lantai yang berdiri tanpa Izin Mendirikan Bangunan, di Jalan Warakas Raya 7, RT 01/01, Tanjung Priok, Kamis (2/9/2010).

Kepala Seksi (Kasie) P2B Kecamatan Tanjung Priok, Safrien, di Jakarta, Kamis, mengatakan, pembongkaran terhadap bangunan ruko itu dilakukan dengan menerjunkan 25 anggota Satpol PP dan petugas lainnya.

Aksi pembongkaran tersebut, sempat menuai protes pemilik bangunan. Bahkan pemilik bangunan yang didatangi, sempat berkelit kalau bangunan ruko miliknya memiliki izin.

Namun saat ditanyai izin yang dimiliki, Aloy (45) pemilik bangunan tidak dapat menunjukkannya.

Bangunan yang dibongkar tersebut, mengacu Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RTRW) Jakarta Utara, bangunan tersebut tidak dibolehkan berdiri, karena di samping melanggar peruntukan jalur hijau, juga tidak dibenarkan adanya bangunan komersial di lokasi tersebut.

Menurut Safrin, di wilayahnya banyak bangunan yang menyalahi izin. Salah satunya bangunan yang dibongkarnya tersebut, seharusnya memiliki izin.

"Kami melakukan pembongkaran untuk menegakkan peraturan sesuai dengan ketentuan. Selain itu juga, penertiban dilakukan untuk menarik retribusi bagi yang mendirikan bangunan tanpa izin maupun tidak sesuai peruntukannya," ujar Safrin.

Dia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penertiban bangunan yang berdiri menyalahi aturan, yang berada di wilayah Tanjungpriok.

"Kami akan melakukan monitoring dan melakukan penyegelan terhadap bangunan yang tidak memiliki izin maupun menyalahi peruntukannya," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau