Waralaba yang Memudahkan Perempuan

Kompas.com - 02/09/2010, 15:52 WIB

KOMPAS.com — Pilihan usaha waralaba semakin banyak dan menggiurkan. Para perempuan yang tergolong pemula dalam dunia wirausaha pun semakin melirik kesempatan ini. Alasan kemudahan dan waktu yang fleksibel untuk menyeimbangkan peran perempuan sebagai ibu dan istri menjadi pertimbangan utama ketika menjalaninya.

Sistem waralaba yang sederhana dan mudah dipelajari menjadi kunci sukses bisnis franchise untuk perempuan. Artinya, sistem franchise yang dibangun oleh franchisor-nya mendorong pemula untuk mampu mengenali pola usahanya. Bahkan, akhirnya mendorong kepercayaan diri mereka dengan menambah outlet dan terus mengembangkan usahanya.

Ukurannya, dalam kurun waktu 3-6 bulan, franchisee sudah memahami pola usaha dan percaya diri untuk membuka gerai baru. Konsep dan sistem inilah yang diaplikasikan pada usaha waralaba Kebab Turki Baba Rafi.

Hendy Setiono, pendiri Kebab Turki Baba Rafi, menyebutkan, franchisee dari jenis usaha kuliner gagasannya diminati oleh ibu rumah tangga, karyawan, dan mahasiswa. Diakuinya, ibu rumah tangga mendominasi kepemilikan lisensi Kebab Turki Baba Rafi.

"Ibu rumah tangga dapat menjalankan bisnisnya sambil mengurus anak dan outlet. Mereka bisa mengontrol bisnis kapan saja dan dari mana saja, tanpa harus menunggui outlet-nya. Dengan sistem dan skema bisnis yang mudah ini, kaum ibu merasa cocok dengan bisnisnya dan membuat ibu mandiri," jelas Hendy kepada Kompas Female beberapa waktu lalu.

Bisnis franchise, katanya, sebenarnya dijalankan dengan menduplikasi sistem dan skema serta cara mengontrolnya. Jika sistemnya sederhana maka takkan terlalu lama memakan waktu untuk menemukan polanya. Dengan demikian, franchisee bisa mengembangkan bisnisnya lebih luas lagi. Hendy menyebutkan, setiap satu ibu yang membeli lisensi Kebab Turki Baba Rafi, rata-rata memiliki dua outlet yang tersebar di lokasi berbeda. Akhirnya, kini, setelah tujuh tahun mengenalkan konsep usaha kuliner khas Timur Tengah ini, Kebab Turki tersebar di seluruh Indonesia.

Yang memudahkan dari konsep Hendy dengan usaha kebabnya adalah dengan dukungan sistem software yang dibangunnya. Pemilik cukup mengontrol bisnis dari laporan operator berdasarkan sistem yang sudah tertata ajeg dan rapi.

"Yang perlu dikontrol pemilik adalah kebersihan dan kualitas pelayanan," katanya, menambahkan bahwa kebanyakan franchisee Kebab Turki memilih tipe outlet gerobak yang juga memudahkan pemasaran.

Lokasi penjualan untuk tipe outlet sederhana ini juga lebih luas, seperti di pelataran minimarket atau kampus. Dengan investasi Rp 55 juta, pemilik bisa meraup omzet sekitar Rp 10-15 juta dan mengantongi profit Rp 3 juta perbulan. Selama 1,5 tahun beroperasi, pemilik outlet bahkan sudah bisa balik modal.

Kriteria franchisee
Meski dimudahkan oleh sistem, konsep bisnis Kebab Turki hasil pemikiran Hendy tak asal-asalan. Calon pebisnis yang tertarik dengan konsepnya perlu memenuhi kriteria. Syaratnya, calon pebisnis ini bukan tipikal investor yang hanya ingin menginvestasikan uang tanpa turut andil di dalamnya.

"Franchisee harus punya passion di bisnis. Mau mengelola bisnis dan mengontrolnya," tegasnya.

Karenanya, Hendy biasanya melakukan wawancara dengan calon franchisee. Dari hasil pendekatan ini akan diketahui apakah seseorang menunjukkan minatnya untuk membangun bisnis atau tidak. Edukasi mengenai franchise juga diberikan Hendy agar calon franchisee sepenuhnya memahami bisnis waralaba.

Jika Anda sedang bingung memilih usaha waralaba, konsep bisnis Hendy bisa menjadi salah satu pilihannya. Namun pastikan, Anda memiliki komitmen yang kuat dan keberanian yang penuh saat memutuskan memulai bisnis.

Menurut Hendy, kelemahan perempuan dalam berbisnis adalah ketidakberanian untuk memulai dan perlu didorong orang lain. Padahal, perempuan cenderung memiliki keterampilan mengelola bisnis dengan baik.

"Perempuan cenderung lebih teliti mengurus uang, jujur, dan memastikan semuanya tercatat rapi," imbuhnya.

Jadi, tunggu apa lagi, mulailah berbisnis jika keinginan itu sudah sangat kuat dan tertunda sekian lama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau