Ratusan Mobil Dinas Jambi Dipakai Mudik

Kompas.com - 02/09/2010, 17:49 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Wali Kota Jambi, Raden Bambang Priyanto mengizinkan mobil dinas digunakan untuk mudik Lebaran 2010, namun pengguna harus tetap bertanggungjawab termasuk jika mengalami kerusakan.

"Intinya mobil dinas boleh digunakan untuk mudik, namun penggunanya adalah pejabat yang memang memiliki kendaraan dinas dan harus bertanggungjawab atas kendaraan yang dipakai mudik," ujar Bambang, Kamis (2/9/2010).

Bambang menyebutkan, para pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi tercatat mencapai ratusan orang yang dibekali kendaraan dinas.

Jika kendaraan tersebut digunakan saat mudik, maka pemakainya harus bertanggungjawab atas biaya operasional di perjalanan, termasuk juga apabila terjadi kecelakaan ataupun kerusakan pada kendaraan.

"Mudik bukan kegiatan dinas sehingga ada kerusakan maka pemakainya yang bertanggungjawab," katanya.

Meski mengizinkan kendaraan dinas digunakan untuk mudik, Bambang melarang keras plat nomor kendaraan dinas tersebut diganti dengan plat hitam.

"Itu sama saja memalsukan plat kendaraan, untuk yang satu ini saya larang keras. Jika ada pejabat yang mengganti plat kendaraan dinas dengan plat hitam saya akan kenakan sanksi," tegasnya.

Menurut Bambang, pemberian izin kendaraan dinas untuk perjalanan mudik lebaran tidak terlepas dari himbauan yang telah disampaikan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus sebelumnya yang memperbolehkan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik lebaran dengan catatan penggunanya harus bertanggungjawab penuh.

"Saya akan lihat usai lebaran, jika ada kendaraan dinas yang rusak namun tidak diperbaiki oleh penggunanya, bisa saja lebaran tahun depan saya akan larang kendaraan dinas digunakan saat mudik lebaran," tambah Bambang Priyanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau