Amerika jajah afghanistan

Serangan Udara Tewaskan 6 Warga Sipil

Kompas.com - 03/09/2010, 01:44 WIB

TALOOQAN, KOMPAS.com - Serangan udara yang diduga oleh pasukan asing menewaskan enam pekerja kampanye pemilihan umum di wilayah utara Afghanistan, Kamis (2/9/2010).

Pasukan pimpinan NATO menyatakan masih menyelidiki insiden tersebut. Serangan Kamis itu terjadi di distrik Rostaq di provinsi Takhar, di wilayah utara dekat Tajikistan, kata seorang juru bicara gubernur.

Provinsi itu merupakan wilayah yang relatif damai, tidak seperti daerah-daerah selatan dan timur dimana gerilyawan Taliban paling aktif.

Juru bicara Faiz Mohammad Tawhidi mengatakan, calon anggota parlemen Abdul Wahid dan beberapa pendukungnya cedera dalam serangan udara tersebut, yang kata Tawhidi melibatkan dua helikopter dan dua pesawat.

"Enam juru kampanye tewas dalam serangan udara itu," kata Tawhidi. Ia menambahkan, jumlah korban mungkin meningkat dan ia diberi tahu mengenai serangan itu oleh aparat-aparat keamanan.

Seorang juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO mengatakan, penyelidikan masih dilakukan mengenai insiden tersebut.

"Kami mengetahui tuduhan-tuduhan itu dan kami masih menyelidiki operasi yang berlangsung di daerah tersebut," kata juru bicara itu.

Tidak ada pasukan asing yang ditempatkan di Takhar, menurut peta distribusi pasukan ISAF (www.isaf.nato.int), namun satuan-satuan Jerman berpangkalan di Kunduz di arah barat dan di Badakhshan di arah timur.

Pada September lalu, serangan udara AS yang diminta oleh pasukan Jerman menewaskan puluhan orang di Kunduz, sedikitnya 30 orang dari mereka warga sipil. Serangan itu mengarah pada pengunduran diri Menteri Pertahanan Jerman.

Afghanistan akan melaksanakan pemilihan parlemen yang kedua pasca penggulingan Taliban pada 18 September di tengah kekhawatiran mengenai serangan-serangan.

Sejumlah serangan Taliban akhir-akhir ini ditujukan pada para calon wakil rakyat dan orang-orang yang terlibat dalam pemilihan umum parlemen. Prajurit asing yang tewas di Afghanistan akibat serangan Taliban juga semakin banyak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau