Strategi Ajak Suami Bersih-bersih Rumah

Kompas.com - 03/09/2010, 10:32 WIB

KOMPAS.com — Menurut psikolog Kasandra Putranto, kebanyakan pria Indonesia masih enggan membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini salah satunya disebabkan budaya patriarkat yang sudah sangat melekat. Bukan hanya di Indonesia, budaya ini juga melekat di beberapa negara Asia lain; Jepang, China, Taiwan, dan Malaysia. Akibatnya, banyak pria yang masih menganggap wanita ditakdirkan untuk melakukan pekerjaan domestik, seperti mencuci, menyapu, dan menjaga anak.

Menurut Kasandra, dalam menghadapi masalah ini, pasangan harus kembali ke komitmen awal perkawinan. Disarankan agar sejak semula sudah dibahas dengan jelas dan matang segala kesepakatan, termasuk dalam urusan pekerjaan rumah. Namun, jika hal ini sudah telanjur dialami di tengah pernikahan, tak perlu khawatir. Masalah ini masih bisa dipecahkan, kok. Kuncinya satu: komunikasi. Gunakan kalimat-kalimat yang dapat menggugah hati dan pikirannya. Buat suami merasa bahwa pekerjaan rumah juga merupakan kewajibannya.

Ungkapkan itu dalam nada suara yang tenang. Jangan memakai intonasi tinggi. Sekeras apa pun sifat seseorang, jika kita bisa berkomunikasi dengan baik, orang tersebut lama-lama akan mengerti maksud dan tujuan yang kita inginkan. Begitupun dengan suami kita. Sekarang, bagaimana cara yang tepat mengajak suami agar mau bekerja sama membantu pekerjaan rumah sehari-hari? Simak triknya:

* Ubah Cara Pandangnya

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, melekatnya budaya patriarkat membuat suami merasa Andalah yang wajib melakukan pekerjaan rumah. Bisa jadi pada dasarnya suami Anda bukan seorang pemalas. Namun, karena kultur dan image bahwa wanitalah yang harus menyelesaikan pekerjaan rumah, ia jadi gengsi jika membantu Anda mengepel, menyapu, atau memasak.

Coba ubah cara pandangnya, jelaskan baik-baik bahwa membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tidak akan menurunkan derajatnya sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga. Beri tahu kepadanya bahwa dengan membantu Anda, ia justru terlihat lebih berwibawa dan membuat Anda menjadi makin terkesan.

Menurut Kasandra, pria asing (bule) lebih kooperatif dalam membantu pekerjaan dibandingkan dengan pria Asia. Dengan demikian, Anda bisa memperlihatkan sejumlah film drama yang menampilkan adegan si pria yang membantu istrinya dalam membersihkan rumah. Biasanya, adegan ini sering kita jumpai dalam film bergenre drama. Ketika adegan itu muncul, langsung utarakan perasaan Anda.

* Hindari Perilaku Kasar
"Aku capek, nih. Kamu bantuin cuci piring, dong. Jangan diam saja!" Kalimat semacam ini jika dilontarkan dengan sikap keras akan membuat orang yang mendengar merasa kesal. Walau lelah dan kesal melihat suami sedang asyik menonton televisi, jangan pernah berkata kasar kepadanya. Yang perlu dilakukan adalah memberi tahu dengan lembut bahwa Anda sedang membutuhkan bantuan. Berteriak-teriak malah membuatnya jengkel. Apalagi kalau sampai Anda membanting-banting barang. Percayalah, sikap ini hanya akan memicu pertengkaran.

* Tunjukkan Anda Butuh Bantuannya
Hindari kalimat yang menunjukkan bahwa Anda sangat terbebani dengan pekerjaan rumah. Apalagi sambil menuduhnya. Hal ini justru membuatnya tak acuh. Semakin dituduh, ia akan semakin cuek.

Suami akan malas mengikuti kemauan Anda, "Kalau dituruti, istri akan merasa berhasil memerintah dan menundukkan saya. Gengsi, dong," demikian isi hati beberapa suami. Sebaiknya tunjukkan kalau Anda memang butuh bantuannya. Kalau merasa dibutuhkan, suami pasti mau membantu.

* Perlihatkan kalau Anda Tidak Sanggup
Kecuekan biasanya timbul karena suami menganggap Anda bisa melakukan semua pekerjaan rumah. Oleh karenanya, perlihatkan kalau ada pekerjaan yang tidak bisa Anda lakukan. Misalnya, membersihkan jendela yang tinggi. "Sayang, jendelanya kotor dan harus dibersihkan. Tapi aku tidak sampai, nih. Bantuin, ya?"

Tambahkan sedikit bumbu-bumbu manja saat meminta bantuan suami. Ingat, bagi pria, merupakan suatu kebanggaan tersendiri jika bisa tampil sebagai superhero. Saat Anda memosisikan diri pada kondisi lemah dan tidak berdaya, mereka siap sedia akan membantu Anda.

* Buat Suami Terlihat Serbabisa
Membuat suami terlihat serbabisa dan pintar juga merupakan strategi agar ia tergerak membantu Anda. Permintaan Anda justru bisa menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Ia akan merasa mampu mengatasi kesulitan dengan cara dan keputusannya sendiri. Berikan pujian dan buat hatinya menjadi lebih besar. Di lain kesempatan, suami pasti akan sigap membantu Anda.

Sejatinya, suami istri merupakan mitra yang harus saling membantu dalam berbagai hal, termasuk urusan pekerjaan rumah tangga. (Ira Nusita/Majalah Sekar)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau