JAKARTA, KOMPAS.com - Akses permodalan yang diberikan perbankan kepada usaha mikro dan kecil saat ini masih didominasi kredit-kredit pada sektor konsumtif.
Padahal untuk mendorong peningkatan status usaha mikro dan kecil menjadi usaha menengah dibutuhkan permodalan yang fokus dan didominasi pada aliran dana ke sektor produktif.
"Tetap harus ada instrumen kebijakan yang berpihak. Misalkan, instrumen perbankan. Pengembangan kapasitas harus jelas. Agar terdorong ke atas (dari usaha mikro dan kecil menjadi menengah). Harus ada aliran yang jelas terukur. Pemerintah berusaha menjaga itu," ungkap Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa di Jakarta, Jumat (3/9/2010) saat menjadi pembicara kunci dalam Rapat Koordinasi Nasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi, bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Menurut Hatta, akses permodalan pada UMKM harus betul-betul jelas. Jika dilihat akses permodalan ke bank, ternyata sektor nonproduktifnya dominan, konsumsinya tinggi. Nilai kredit perbankan yang diarahkan pada sektor usaha mencapai Rp 173 triliun atau meningkatkan 7,6 persen di atas target yang ditetapkan sebesar Rp 165 triliun.
"Apakah perbankan nasional bisa mengatakan yes bahwa kreditnya diarahkan pada sektor produktif? Tetapi kalau dibedah isinya, ternyata kreditnya banyak mengalir ke sektor konsumtif. Padahal yang diperlukan adalah produktif," ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah juga menyediakan satu sumber permodalan lainnya, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setiap tahunnya, Pemerintah menyiapkan anggaran untuk KUR senilai Rp 2 triliun yang dialirkan melalui Askrindo dan Jamkrindo. Kedua lembaga ini hanya memberikan penjaminan pada aliran dana KUR, yang diperkirakan bisa ditingkatkan secara berlapis menjadi Rp 20 triliun per tahun.
"Namun, sayangnya KUR baru teralirkan Rp 22 triliun dan hanya 2,9 juta nasabah. Masih kurang dari 5 juta nasabah. Meski demikian, dari 2,9 juta nasabah ini ada 400.000 yang berhasil dinaikkan statusnya dari usaha mikro dan kecil menjadi menengah karena kreditnya bukan hanya sekadar KUR tetapi juga kredit komersil. Sekarang tugas bank untuk mengamati UMKM agar ada yang meningkat lagi," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang