Ri-malaysia

Investor Malaysia Tak Bakal Hengkang

Kompas.com - 03/09/2010, 13:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai investor Malaysia tak akan menarik modalnya dari Indonesia setelah hubungan kedua negara memanas pascapenangkapan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebab, Apindo menilai investor negeri jiran itu justru ingin mencari untung di Indonesia.

Ketua Apindo Sofjan Wanandi bilang, banyak investor Malaysia yang bergantung dengan rakyat Indonesia. "Jadi enggak perlu ada yang ditakutkan kehilangan investor Malaysia karena dia juga perlu kita," katanya, Jumat (3/9/2010).

Malaysia merupakan investor kelima terbesar di Indonesia sepanjang 2005-2009 dengan nilai investasi 1,2 miliar dollar AS pada 285 proyek. Investasi negara tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai investasi Indonesia di Malaysia yang cuma mencapai 534 juta dollar AS.

Ekonom IPB Imam Sugema sepakat dengan Sofjan. Dia menilai Malaysia akan rugi bila memutuskan hubungan kerja dengan Indonesia. Sebab, dia mengatakan, investor Malaysia tak bisa mengambil kembali investasi yang sudah tertanam di Indonesia. Investasi Malaysia lumayan besar di Indonesia. Terus kalau benar kita gontok-gontokan, uang yang sudah tertanam, mau bagaimana?" katanya. (Irma Yani/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau