Pengganti bambang hendarso

Kapolri: Dua Nama, Lebih Hebat dari Saya

Kompas.com - 03/09/2010, 15:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengaku akan mengajukan dua nama untuk menggantikan posisinya. Dua nama itu akan diajukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum Kapolri masuk masa pensiun pada 10 Oktober 2010 mendatang.

"Dua (calon) saja. Tentu yang lebih baik dari saya, lebih hebat dari saya," kata Kapolri di Mabes Polri, Jumat (3/9/2010), ketika ditanya tentang pencalonan Kapolri.

Namun, Kapolri belum bersedia menjelaskan lebih rinci terkait dua nama itu. "Nanti waktunya akan dijelaskan. Yang jelas akan diajukan dari saya," kata dia.

Seperti diketahui, terkait pemilihan Kapolri, Kompolnas akan membantu memberikan pertimbangan kepada Presiden. Hal itu diatur dalam Pasal 38 Ayat (1) Huruf b UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri Kompolnas. Presiden kemudian akan mengajukan ke Komisi III DPR untuk dilakukan uji kelayakan.

Ketua Kompolnas Djoko Suyanto, saat menghadiri acara buka puasa bersama di Mabes Polri, semalam, mengatakan, ada beberapa nama calon Kapolri yang diberikan pertimbangan kepada Presiden. Menurut dia, calon yang diusulkan berpangkat jenderal bintang dua serta jenderal bintang tiga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau