MANILA, KOMPAS.com - Filipina tengah mempertimbangkan untuk membayar kompensasi kepada keluarga dari delapan wisatawan Hongkong yang tewas ketika bus mereka dibajak seorang polisi yang telah dipecat, kata seorang pejabat, Jumat (3/9).
Pemerintah China dan Hongkong telah menuntut penyelidikan menyeluruh terhadap peristiwa berdarah tanggal 23 Agustus itu di Manila. Pihak legislatif Hongkong, Kamis, mengeluarkan sebuah resolusi yang tidak mengikat yang menuntut Manila meminta maaf dan membayar kompensasi.
Sementara penyelidikan resmi berlanjut, Presiden Benigno Aquino membentuk komite di level kabinet untuk melihat kemungkinan pemberian ganti rugi bagi para korban, kata Sekretaris Anggaran Florencio Abad, yang menjadi seorang anggota komite. "Saya tidak berpikir persoalannya semata kompensasi. Yang penting adalah untuk dapat menunjukkan solidaritas. Kami memahami apa yang terjadi. Kami bersimpati kepada mereka," kata Abad kepada wartawan.
Dia tidak memberikan jumlah atau jadwal pemberian kompensasi, tetapi menambahkan bahwa komite itu tetap berhubungan dengan pemerintah di Hongkong dan China. "Ini masalah waktu. Yang penting kami siap, kami punya pilihan," kata Abad.
Aquino, kepada wartawan, Jumat, mengatakan ia berharap penyelidikan resmi atas kasus itu bisa mendapatkan kesimpulan minggu depan, dan telah berjanji untuk memberikan salinan laporan itu ke pihak berwenang di Hongkong dan China.
Dia berjanji untuk melakukan semua apa yang dia bisa untuk mencegah terulangnya pertumpahan darah seperti itu. "Minggu depan... saya berharap kami dapat menunjukkan kapasitas aparat keamanan kami dalam mengamankan rakyat," kata Aquino.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang