Jakarta, Kompas
Mereka antara lain terdiri dari lima anggota Kepolisian Resor Metro Jakarta, seorang anggota Badan Nasional Narkotika, yang kini berstatus terperiksa dan segera menghadapi sidang kode etik.
Direktur Narkoba Komisaris Besar Anjan Pramuka Putra menyampaikan perkembangan itu pada Jumat kemarin. Anjan yang ditemui seusai buka puasa dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Timur Pradopo di polda menambahkan, ketujuh polisi itu diduga memeras dan melakukan kegiatan menyimpang dengan mengaku sebagai anggota tim khusus narkoba.
Padahal di direktorat narkoba tidak ada nama tim seperti itu.
”Apa peran setiap anggota itu, masih didalami oleh Bidang Propam. Yang jelas kami tak pandang bulu. Jika mereka bersalah akan ditindak tegas,” katanya.
Ketujuh anggota polisi tersebut, lanjut Anjan, saling kenal karena sebelumnya pernah berkumpul di Polres Jakarta Utara. Namun siapa yang diduga memeras, baik Anjan maupun Kepala Pelaksana Harian Direktur Narkoba Ajun Komisaris Besar Gembong Yuda belum mau menjelaskan.
Anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya pada 31 Agustus menangkap tujuh polisi yang semua berpangkat brigadir dan seorang warga bernama Septian di Hotel Golden, Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat.
Awalnya, Septian menjual sabu kepada seseorang. Namun, seusai transaksi Septian memanggil ketujuh polisi itu.
Mereka tak mengira kalau si pembeli sabu seberat 1 gram ternyata anggota polisi dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya yang sedang menyamar. Selain memeras, ketujuh polisi tersebut juga mengaku sebagai anggota tim khusus antinarkoba.
Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar menjelaskan, Satuan 3/Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap ke-8 orang itu di Hotel Golden, Kompas (2/9).
”Ketujuh polisi itu teman-teman orang yang menjual sabu. Ada kemungkinan, antara penjual sabu dan tujuh polisi ada kaitan dengan tindakan pemerasan,” kata Boy.
Penyidik, katanya, masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan adanya pelanggaran pidana dan etika yang dilakukan ketujuh anggota polisi itu.