Kekerasan

Pawai Kaum Syiah Dibom, 53 Orang Tewas

Kompas.com - 04/09/2010, 05:07 WIB

QUETTA, KOMPAS.com - Kekerasan seperti tak kunjung usai di Pakistan. Terakhir, sedikitnya 53 orang tewas dan 197 cedera, Jumat (3/9/2010) akibat serangan bom bunuh diri yang ditujukan pada pawai muslim Syiah di kota Quetta, Pakistan barat daya.

Penyerang termasuk di antara massa yang berjumlah sekitar 450 orang dan meledakkan bom ketika mencapai lapangan utama di kota itu.

Ledakan itu mengakibatkan suasana kacau. Massa yang marah membakar, sebagian lain menembak ke udara, ada pula yang lari atau telungkup di tanah agar tidak terkena tembakan.

"Menurut laporan yang diterima dari rumah-rumah sakit, 53 orang tewas dan 197 cedera," kata Sardar Khan, kepala bagian pengawasan kepolisian Quetta, kepada AFP melalui telepon.

Sebelumnya, ada tiga serangan bom bunuh diri menewaskan 31 orang dan mencederai ratusan lain Rabu pada saat acara perkabungan Syiah di kota Lahore, Pakistan timur.

Pawai Jumat itu dilakukan untuk memperingati hari Al-Quds, peristiwa internasional yang diadakan setiap tahun oleh masyarakat Syiah untuk menentang cengkeraman Israel atas Yerusalem dan menunjukkan solidaritas pada muslim Palestina.

Muslim Syiah merupakan minoritas di Pakistan, sekitar seperlima dari penduduk negara itu yang berjumlah 160 juta orang yang didominasi orang Sunni.

Malik Iqbal, kepala kepolisian provinsi Baluchistan, mengatakan, penyelenggara pawai itu telah diperingatkan agar menggunakan rute-rute berbeda untuk menghindari serangan teror yang mungkin dilakukan.

Polisi terpaksa memadamkan kerusuhan yang terjadi setelah pemboman bunuh diri itu. "Massa yang marah berusaha membakar sebuah bangunan swasta dan kendaraan. Beberapa peserta pawai bersenjata dan mereka melepaskan tembakan ke udara. Mereka juga membakar sejumlah sepeda dan sepeda-motor," kata Khan.

Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengutuk keras pemboman itu dan mendesak penyelidikan segera atas insiden tersebut. Kedutaan Besar AS juga mengutuk serangan itu.

Serangan-serangan bom yang berkaitan dengan Taliban dan Al-Qaeda di Pakistan menewaskan lebih dari 3.660 orang dalam tiga tahun ini sejak pasukan pemerintah mengepung kelompok garis keras di sebuah masjid di ibu kota negara itu, Islamabad, pada Juli 2007.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau