Ketika Rambut Memasuki "Musim Gugur"

Kompas.com - 04/09/2010, 09:03 WIB

Kompas.com - Rambut rontok bisa bikin resah. Tak hanya wanita, pria pun mengkhawatirkannya. jangan-jangan kepala jadi botak jika terus-menerus rontok. Namun, tak perlu panik karena tidak semua kerontokan rambut patut dikhawatirkan.

Banyak wanita boleh iri pada kecantikan dan kesempurnaan fisik supermodel Naomi Campbell. Namun, tahukah Anda, bagaimanapun perempuan Inggris berusia 37 tahun ini tetap seorang manusia biasa yang mengalami kerontokan rambut. Dalam sebuah foto ada jejak kebotakan di kepalanya.

"Kemungkinan ia menderita traction alopecia-ringan," kata Leonora Doclis, seorang ahli rambut, tentang kerontokan yang dialami Campbell, kepada majalah Heat. Kebotakan ringan itu terjadi karena perlakuan hair extension, pengeritingan, dan macam-macam hal lainnya. Perlakuan sadis juga dilakukan Victoria Beckham. Istri David ini dikenal sering "menyiksa" folikel rambutnya selama bertahun-tahun. Akibatnya, sekarang mulai timbul jejak kebotakan seperti yang berhasil dijepret seorang paparazzi.

Buat kita yang tak pernah "menyiksa rambut", kerontokan tak perlu dicemaskan. Tak perlu bingung jika helaian-helaian rambut tersisa di saringan saluran pembuangan air di kamar mandi atau tertinggal di bantal.

"Kerontokan rambut itu normal jika tak lebih dari 100 helai per hari," kata tim dokter Ristra House, rumah kecantikan milik Dr. Retno Tranggono, Sp.KK.

Setiap hari rambut di kepala kita rontok sekitar 40-120 lembar. Ini normal karena rambut akan tergantikan. lumlah total rambut di kepala ada 100 ribu lembar.

Kerontokan total, menurut British Association of Dermatologist, terjadi kalau kita mengalami kerontokan misalnya 100 lembar per hari selama 1.000 hari tanpa pertumbuhan rambut kembali. Siklus pertumbuhan rambut merupakan cara kerja alam menjaga keindahan rambut.

Rambut istirahat

Siklus pertumbuhan rambut terbagi dalam tiga fase. Pertumbuhan (anagen) yang lamanya berkisar 2-5 tahun, fase istirahat (katagen) 2-4 minggu, dan fase kerontokan (telogen) sekitar 3-4 bulan.

Setelah fase itu selesai, dimulailah fase pertumbuhan baru. "Rambut yang rontok hanya sampai pada umbi rambut, sedangkan papil (bibit rambut) di bawahnya sudah menyiapkan rambut baru," kata tim dokter yang berhasil menumbuhkan rambut pasien kanker ini.

Penyebab kerontokan rambut itu multifaktorial. Infeksi jamur dan bakteri, pengecatan rambut, ketidakseimbangan hormon, diet ketat, obat-obatan kanker, paparan sinar matahari berlebihan, proses blow dan demam tinggi, bisa menyebabkan rambut rontok.

Sekitar 95 persen kerontokan terjadi karena penyakit progresif yang disebut androgenetic alopecia atau kerontokan rambut keturunan. Pada pria, kerontokan rambut ini membentuk tapal kuda di kepala. Pada wanita, kerontokan dapat berupa penipisan rambut di mahkota kepala.

Kerontokan dimulai sejak remaja. Sampai usia 35 tahun, hampir 40 persen pria clan wanita mengalami kerontokan rambut. Kasus kerontokan biasanya terlihat jelas, tapi pada wanita tak begitu tampak tanpa pemeriksaan dari dekat.

Sejumlah faktor memengaruhi terjadinya kerontokan rambut jenis ini. Kombinasi faktor keturunan, hormon, dan usia menyebabkan cepatnya pengerutan dan miniaturisasi folikel tertentu. Ini menyebabkan siklus pertumbuhan rambut jadi pendek. Sementara fase istirahatnya tambah panjang hingga akhirnya, hanya sedikit rambut yang tumbuh.

Perangsang rambut

Kerontokan rambut bisa dicegah dengan perawatan yang tepat, setidaknya dua kali sebulan. Namun, jika kasusnya cukup parah, perlu perawatan sekali seminggu. Perawatan itu berupa krimbat menggunakan produk yang aman dan sesuai dengan keasaman kulit kepala.

Pemijatan dalam krimbat tidak boleh sembarangan dan tidak asal sekuat tenaga. Ada aturan pemijatan untuk krimbat perawatan rambut rontok.

Lewat pemijatan, minyak esensial yang terkandung dalam produk tersebut akan menembus pori-pori dan folikel. Molekul-molekul minyak esensial itu akan mencapai kapiler-kapiler pembuluh darah, ikut dalam peredaran darah, dan akhirnya mencapai sel-sel dan akar rambut untuk merangsang dan mengaktifkan pertumbuhan rambut baru.

Perawatan rambut rontok itu juga bisa dilakukan sendiri di rumah. Ada tiga jenis produk yang bisa digunakan, yaitu sampo yang sesuai dengan keasaman rambut, hair stimulant (perangsang rambut), dan tonik rambut.

"Sampo digunakan seperti biasa kita keramas. Setelah itu baru dipakai perangsang dan tonik. Caranya, campur setengah tutup botol perangsang rambut dengan setengah botol penguat rambut. Kemudian pijatkan campuran itu ke kulit kepala, seperti saat kita creambath di salon," papar tim dari Ristra.

Sampo sebaiknya digunakan dua kali sehari. Perangsang rambut yang mengandung capsium guna mengaktifkan dari merangsang folikel digunakan setiap hari, pada pagi dan malam. Penguat rambut yang mengandung ekstrak tumbuhan juga digunakan setiap pagi dan malam. (GHS/Diyah Triarsari)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau