Mudik lebaran 2010

Hari Pertama Tes Urine, Semuanya Negatif

Kompas.com - 04/09/2010, 12:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari pertama pelaksanaan tes urine terhadap sopir bus di Terminal Pulogadung mengindikasikan tidak ada sopir yang menggunakan obat-obatan terlarang.

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta telah menginstruksikan agar setiap sopir dan awak bus, terutama bus-bus jarak jauh, menjalani tes urine sebelum membawa bus selama mudik Lebaran 2010 sejak H-7 atau Jumat (3/9/2010). Tapi, pelaksanaan tes urine di Terminal Bus AKAP Pulogadung baru dilaksanakan mulai Sabtu (4/9/2010) hingga Minggu (5/9/2010).

Kepala Sub Bagian Informasi Litbang Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI, Septi Mik, pada hari pertama pelaksanaan tes urine, pihaknya telah memeriksa 37 sampel urine sopir bus berbagai jurusan.

"Semuanya negatif," jawabnya ketika ditanya Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang meninjau persiapan mudik Lebaran di Terminal Pulogadung, Sabtu siang.

Setiap hari ada 300 bus dengan 41 jurusan yang diberangkatkan dari Terminal Pulogadung selama arus mudik Lebaran 2010. Jumlah ini masih akan bertambah pada puncak arus mudik yang diperkirakan jatuh pada H-2 atau Rabu (8/9/2010).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau