JK: Jadilah Sukarelawan Donor Darah

Kompas.com - 04/09/2010, 21:34 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla  mengharapkan semua warga masyarakat menjadi sukarelawan donor darah. "Kami mengharapkan semua warga peduli dengan kehidupan manusia, sehingga dengan menjadi sukarelawan donor darah, berarti pula telah membantu pasien yang membutuhkan pertolongan tersebut," katanya di Denpasar, Sabtu (4/9/2010).

Pada acara pelantikan Pengurus Daerah PMI Provinsi Bali itu, Kalla mengatakan, pihaknya tidak pernah melakukan jual beli darah bagi pasien yang memerlukan pertolongan darah.

Menurut Kalla, bagi masyarakat yang tidak mampu, pemerintah akan menanggung biayanya melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Tetapi kalau warga masyarakat yang mampu tetap harus bayar biaya pengganti tersebut.

"Biaya pengganti itu hanya sekadar saja, kalau dibanding dengan biaya tes darah dan lain-lainnya. Karena sebelum diberikan ke pasien darah tersebut dilakukan tes laboratorium, kemudian ditempatkan pada penyimpanan pada tempat khusus," katanya.

Kalla menghimbau kepada Unit Transfusi Darah (UTD) untuk meningkatkan donor sukarela, sehingga persediaan darah di daerah setempat tetap aman. "Biasanya pihak UTD minta kepada masyarakat yang membutuhkan darah untuk mengganti darahnya dengan transfusi darah juga," ucapnya.

Ketua Pengurus Daerah PMI Bali, I Gusti Bagus Alit Putra mengatakan, persediaan darah di wilayahnya tidak sampai kosong, karena di Bali banyak kelompok-kelompok sukarelawan donor darah. "Hingga saat ini di Bali stok darah mencukupi, hal itu didukung dengan tingginya kesadaran warga untuk ikut serta menjadi pendonor darah," kata Alit Putra yang juga Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Alit Putra mengatakan, kelompok sukarelawan donor darah ini telah tersebar di seluruh Bali, mulai dari kota hingga ke pedesaan. "Jika persediaan darah di UTD menipis, kami tinggal memanggil relawan tersebut yang telah terbentuk dalam suatu kelompok itu. Darah ini kan tidak boleh di stok terlalu lama," katanya.

Pengurus Daerah PMI Provinsi Bali masa bakti 2010-2015 diketuai oleh I Gusti Bagus Alit Putra, Sekretaris dr I Gusti Lanang Rudiartha dan Bendahara Tutik Kusuma Wardani serta dilengkapi anggota lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau